One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rasa tidak suka yang terpendam


__ADS_3

Bukan hanya Flower saja yang merasa terkejut. Wanita paruh baya yang membukakan pintu untuk Flower dan Malik pun turut terkejut melihat sosok wanita yang kini berdiri di hadapannya.


"Ibu." Ucap Malik mengulurkan tangan pada ibunya.


Ibu... ucap Flower dalam hati.


Bu Venna berusaha mengatur rasa keterkejutannya. Ia segera menyambut tangan Malik dan menyaliminya. Flower pun turut melakukan apa yang Malik lakukan pada ibunya. Untung saja Bu Venna mau menerima uluran tangan Flower hingga tak membuat Flower merasa canggung karenanya.


"Ayo silahkan masuk dulu." Ajak Bu Venna pada Malik dan Flower.


Malik dan Flower mengangguk mengiyakannya dan mengikuti langkah Bu Venna masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di ruang tamu, Malik pun menyerahkan buah tangan yang mereka bawa pada Bu Venna. Bu Ven pun menerimanya dan membawa buah tangan yang diberikan Malik ke dapur.


"Malik, apa wanita tadi adalah ibumu?" Tanya Flower sambil menatap punggung Bu Venna yang semakin jauh dari pandangannya.


"Ya. Wanita tadi adalah ibu kandungku." Jawab Malik.

__ADS_1


Flower tertegun mendengarnya. Ia pun teringat dengan pertemuannya dan Bu Venna pertama kalinya saat mereka sedang berada di toko baju.


Bukankah waktu itu Ibu tadi adalah wanita yang aku lihat datang bersama wanita menyebalkan itu? Kenapa Ibu Malik bisa pergi bersama wanita menyebalkan itu? Tanya Flower namun hanya dalam hati.


Tak berselang lama Bu Venna pun telah kembali sambil membawa minuman di atas nampan.


"Silahkan diminum dulu." Ucap Bu Venna.


"Terima kasih, Ibu." Ucap Flower lembut.


Bu Venna pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Apa?" Walau pun sudah menebak siapa wanita yang tengah dibawa Malik saat ini, namun tetap saja Bu Venna merasa terkejut mendengarnya karena ia cukup tahu dengan wanita yang tengah duduk di sebelah putranya saat ini bahkan sudah pernah bertemu dengannya sebelum ini.


"Ada apa, Ibu?" Tanya Malik merasa bingung dengan respon ibunya.


"Tidak apa-apa." Jawab Bu Venna datar.

__ADS_1


Flowee hanya bisa tersenyum pada mertuanya itu walau saat ini ia merasa ada yang aneh pada reaksi yang ditunjukkan oleh mertuanya.


"Jadi wanita inilah yang berhasil membuatmu meninggalkan—" perkataan Bu Venna terhenti saat Malik memotong pembicaraannya.


"Ya. Wanita ini adalah wanita yang berhasil memikat hati Malik hingga akhirnya menikahinya, Bu." Ucap Malik.


Bu Venna hanya bisa menggeram kesal dalam hati. Entah mengapa saat ini ia menaruh rasa tidak suka pada Flower karena dari apa yang ia dengar dari cerita Emila Flower bukanlah wanita lemah lembut seperti Emila. Flower bahkan mau merebut apa yang sebenarnya sudah menjadi milik Emila.


"Maaf karena baru menemui Ibu saat ini." Ucap Flower pada Bu Venna.


Bu Venna hanya mengangguk saja dan tetap memaksakan senyumannya.


Melihat senyuman terpaksa di wajah Bu Venna membuat Flower merasa tidak nyaman dan merasa tidak enak hati saat ini.


"Malik bilang jika saat ini kau tengah mengandung. Apa itu benar?" Tanya Bu Venna.


"Benar, Bu. Saya sedang mengandung cucu ibu. Saat ini usia kandungan saya sudah berjalan empat bulan." Jawab Flower sambil mengusap perut buncitnya.

__ADS_1


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2