
Malik pun membuka foto yang baru saja dikirimkan Flower yang memperlihatkan beberapa baju dan tas yang Flower maksud.
"Apa kau sudah mengirimkan pesan pada Malik, Flow?" Tanya Mom Rania pada Flower yang tengah sibuk mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.
Flower mengangguk lalu memperlihatkan isi pesan yang ia kirimkan pada Malik.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang sekarang." Ajak Mom Rania.
Flower mengangguk saja lalu mengikuti Mommynya keluar dari dalam toko baju.
"Flow rasanya sudah tidak sabar untuk sampai di rumah, Mommy." Ucap Flower sambil menguap saat mereka sudah berada di dalam lift.
"Kenapa begitu? Apa kau mengantuk?" Tanya Mom Rania.
Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Semenjak hamil Flow mudah sekali mengantuk, Mommy." Adu Flower.
__ADS_1
Mom Rania mengangguk paham. "Mommy juga merasakan hal yang sama saat mengandungmu dulu." Ucap Mom Rania sambil tersenyum mengingat masa-masa ia tengah mengandung Flower.
Perkataan Mom Rania pun membuat Flower tertarik dan mempertanyakan bagaimana kondisi Mom Rania saat mengandungnya dulu. Mom Rania pun dengan senang hati menceritakannya pada Flower hingga tanpa terasa jika kini mereka sudah berada di parkiran mobil.
"Jadi waktu Mommy hamil Flower dulu Mommy dan Daddy pernah terlibat permasalahan karena Mommy mengira Cilla adalah anak kandung Daddy?" Tanya Flower tak menyangka.
Mom Rania pun mengangguk membenarkannya. "Sebenarnya Mom tidak mau menceritakan hal ini kepadamu. Tapi karena kini kau sudah besar dan menikah jadi menurut Mommy sudah tidak masalah untuk Mommy menceritakannya." Ucap Mom Rania.
Flower menatap Mommynya dengan tatapan tak percaya. Ia sungguh tidak menyangka jika kakak sepupunya itu pernah mengira jika Daddy William adalah ayah kandungnya sampai ia memanggil Daddy William dengan sebutan Daddy.
"Daddy dan Uncle Calvin memang memiliki wajah yang sangat mirip. Pantas saja saat itu Kak Cilla berkata jika Daddy adalah Daddynya." Ucap Flower.
Mom Rania menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Flower.
"Ayo masuk." Ajak Mom Rania pada Flower yang masih berdiri di luar mobil.
__ADS_1
Flower mengangguk mengiyakannya lalu masuk ke dalam mobilnya. Pembicaraan diantara Mom Rania dan Flower terus berlanjut hingga akhirnya mereka tiba di rumah.
"Berapa lama lagi Malik akan sampai di desa A?" Tanya Flower sambil melihat jam di dinding kamarnya. "Sepertinya masih cukup lama." Lanjut Flower kemudian.
Sambil menunggu Malik kembali mengabarinya, Flower memutuskan untuk beristirahat dengan tidur di dalam kamarnya karena tubuhnya sudah lelah dan matanya sudah sangat mengantuk
Tiga jam lebih berlalu, Flower pun sudah terjaga dari tidurnya dan mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan dari Malik.
"Kenapa dia belum juga mengabariku? Bahkan pesan yang tadi aku kirimkan belum juga dibalas." Ucap Flower merasa kesal.
Pemikiran buruk pun mulai menghantui Flower mengingat jika saat ini Malik tengah pergi bersama dengan Liza.
"Awas saja jika dia berbuat yang macam-macam di saat aku sedang mengandung anaknya. Aku tidak akan segan membawa anak ini pergi jauh darinya." Ucap Flower sambil mengepalkan kedua tangannya.
***
__ADS_1