
"Apa?!" Malik menggebrak meja yang ada di depan mereka sangking terkejutnya. Tentu saja reaksinya yang spontan itu membuat pelayan terkejut sampai mengelus dadanya.
"Ma-maaf, Tuan." Ucap pelayan merasa takut.
"Tidak perlu minta maaf. Kau sudah melakukan hal yang benar. Sekarang lanjutkan pekerjaanmu dan ingat jangan sampai ibu saya tahu jika kita baru saja berbicara empat mata." Tekan Malik.
Pelayan menganggukkan kepalanya menuruti perkataan Malik.
Malik pun beranjak dari duduknya dan melangkah lebar masuk ke dalam rumah. Saat ini tujuannya hanya satu yaitu menghampiri istrinya yang sedang berada di dalam kamar dan mempertanyakan bagaimana kondisi istrinya itu saat ini. Malik benar-benar dibuat cemas mendengarkan perkataan pelayan yang mengatakan jika Flower sempat merasakan sakit pada perutnya setelah berdebat dengan ibunya.
"Ibu benar-benar keterlaluan." Geram Malik dengan tangan terkepal erat. Tidak dapat ia bayangkan bagaimana sakitnya hati istrinya saat mendengarkan perkataan menyakitkan dari ibu kandungnya itu.
Saat sudah berada di depan kamarnya, Malik menghela nafas sejenak mengatur nafasnya yang naik turun. Ia harus menenangkan dirinya lebih dulu sebelum menemui istrinya agar Flower tidak melihat amarah di dalam dirinya saat ini. Setelah memastikan emosinya sudah stabil, Malik pun meraih ganggang pintu dan membukanya.
Ceklek
__ADS_1
Malik membuka pintu kamar dengan pelan lalu masuk ke dalam kamar. Dilihatnya ke arah ranjang dimana Flower kini terlihat tengah berbaring di sana sambil membelakanginya.
Malik berjalan dengan perlahan hingga akhirnya berdiri tepat di sebelah ranjang. Dilihatnya wajah Flower yang nampak damai dalam tidurnya. Malik berpikir istrinya itu sudah bangun setelah tidur lebih dari tiga jam lamanya.
Tak ingin membuat Flower terganggu dengan kehadirannya, Malik memilih beranjak dari hadapan Flower. Namun baru selangkah ia melangkah, Malik dikejutkan dengan suara Flower memanggil namanya.
"Malik, kau sudah pulang?" Tanya Flower sambil mengucek kedua kelopak matanya.
Malik sontak membalikkan tubuhnya. Menatap wajah istrinya yang nampak masih mengantuk.
"Ya. Aku pulang lebih awal hari ini." Suara Malik terdengar lembut. Mendengar suara lembut Malik tentu saja membuat Flower merasa bingung. Flower pun bangkit dari pembaringannya dan menatap Malik dengan intens.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Malik. Agh, rasanya ia tidak perlu menanyakannya karena Malik yakin jika istrinya itu sedang terluka.
"Aku fine. Kenapa kau bertanya seperti itu? Aneh sekali." Jawab Flower. Keningnya nampak mengkerut menandakan Flower benar-benar bingung saat ini.
__ADS_1
Malik seketika berjongkok di hadapan Flower. "Kau tidak baik-baik saja." Ucapnya.
"Malik, kau ini aneh sekali." Flower semakin menatap wajah suaminya bingung.
Malik tak kuasa menahan rasa bersalah di dalam dirinya. Tanpa aba-aba ia pun menarik tubuh Flower ke dalam pelukannya.
"Ma-malik." Flower terbata. Merasa terkejut dengan apa yang Malik lakukan. Suaminya itu tiba-tiba saja memeluknya dalam keadaan sadar. Dan hal itu tentu saja membuat jantungnya berdebar-debar.
"Maafkan sikap buruk ibuku kepadamu." Lirih Malik sambil mendekap tubuh Flower.
"Sikap buruk ibumu?" Ulang Flower lirih.
Malik menganggukkan kepalanya. "Aku sudah mengetahui sikap buruk ibuku padamu. Maafkan aku karena terlalu abai padamu dan Baby." Sesal Malik.
Flower memaksa melepas dekapan Malik. "Kau ini bicara apa? Sikap buruk ibumu seperti apa yang kau maksud?" Flower masih berupaya menutupi apa yang terjadi.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗