
"Ya, aku mau berkenalan dengannya." Jawab Yura.
"Baiklah, kalau begitu ayo ikut aku menyusulnya." Ajak Flower.
Yura mengiyakannya lalu menitipkan ketiga bayinya kepada para pengasuhnya. Mereka pun berjalan ke arah Bu Venna yang kini sedang berbicara dengan Mom Rania.
"Nah, ini Flower." Ucap Mom Rania saat Flower sudah berada di dekatnya. Walau menaruh rasa kesal pada mertua Flower karena sudah bersikap buruk pada Flower namun Mom Rania masih mau bersikap menghargainya sebagai seorang besan.
"Ibu." Flower mengulurkan tangannya pada Bu Venna yang tengah tersenyum kaku kepadanya.
Bu Venna menyambut uluran tangan itu.
"Terima kasih sudah datang, Bu." Ucap Flower setelah melepas jabatan tangan mereka.
Bu Venna tersenyum saja lalu mengalihkan pandangannya pada Yura.
"Hai, Ibu. Perkenalkan saya Yura istri Kak Rey." Ucap Yura ikut mengulurkan tangannya pada Bu Venna.
"Oh, ini istri Rey?" Tanya Bu Venna dan diangguki Yura sebagai jawaban.
Bu Venna pun menyambut uluran tangan Yura dan mengusap pundaknya. "Ternyata kau lebih cantik dari foto yang Ibu lihat." Ucap Bu Venna setelah jabatan tangan mereka terlepas.
__ADS_1
"Ibu bisa saja." Jawab Yura.
Flower yang mendengarkannya pun hanya tersenyum tanpa ada rasa iri di dalam hatinya karena Bu Venna memuji Yura sedangkan tidak pernah memuji dirinya.
"Ayo bergabung dengan yang lain." Ajak Mom Rania pada Bu Venna.
Bu Venna mengangguk mengiyakannya lalu mengikuti Mom Rania melangkah ke arah keluarga Rey berada.
"Malik, kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah ibumu, ya?" Tanya Yura pada Malik.
"Saya tidak tahu, Nona. Mungkin hanya perasaan Nona saja." Jawab Malik.
"Yura, kau pernah bertemu dengan mertuaku sebelumnya?" Tanya Flower pada Yura yang nampak tengah berpikir keras.
"Sepertinya begitu. Tapi aku lupa dimana." Jawab Yura seadanya.
Flower mengangguk saja karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Tak berselang lama, Flower dikejutkan dengan kedatangan kedua teman baiknya yaitu Suci dan Nia.
"Suci, Nia!" Ucap Flower sedikit keras lalu melangkah cepat ke arah Suci dan Nia yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Flower!" Malik pun turut berucap keras melihat istrinya yang berjalan terburu-buru tanpa memperdulikan perutnya yang semakin membesar.
__ADS_1
"Flower..." Nia dan Suci memasang wajah sungkan satu sama lain.
"Hai, ada apa dengan kalian?" Tanya Flower merasa bingung melihat sikap kedua teman baiknya itu.
"Emh, tidak ada." Jawab Nia lalu berjabat tangan dengan Flower. Suci pun turut melakukan hal yang sama. Saat ini keduanya tengah merasa terkejut sekaligus tak menyangka jika ternyata orang tua Flower bukanlah orang yang sembarangan.
Flower yang merasa bingung karena tidak tahu apa yang terjadi pada kedua temannya itu pun meminta mereka untuk bergabung bersama Yura.
"Lain kali perhatikan langkahmu." Pesan Malik saat sudah berada di dekat Flower.
Flower mengangguk saja lalu melangkah ke arah Yura berada diikuti oleh Suci dan Nia.
"Agh, rasanya aku tidak pantas berada di tempat ini, Nia." Ucap Suci berbisik di telinga Nia. Sejak masuk ke dalam gerbang rumah Flower ia sudah merasa rendah diri karena melihat orang-orang datang menggunakan mobil mewah sedangkan mereka berdua hanya datang menggunakan sebuah motor.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1