One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tak ingin membuatmu lelah


__ADS_3

Malik hampir saja tertawa setelah mendengarkan perkataan istrinya. Tapi hal itu tidak mungkin dikeluarkannya karena untuk tersenyum saja Malik sudah begitu sulit apalagi harus tertawa. Karena tak ingin membuat istrinya menunggu terlalu lama disentuh olehnya, Malik pun segera membimbing istrinya itu berbaring di atas ranjang.


"Malik, kau belum membuka pakaianmu." Ucap Flower setelah berbaring di atas ranjang.


Malik pun sontak menatap pada tubuhnya yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera ia membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga kini tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun. Melihat tubuh polos suaminya tentu saja membuat Flower sangat tergoda dan segera menarik tubuh Malik agar menghimpit tubuhnya kembali.


"Tunggulah, kau harus membuka pakaianmu juga." Ucap Malik sambil membuka tali lingerie Flower.


"Cepatlah." Pinta Flower merasa tak sabar.


Malik mengangguk lalu segera menarik lingerie yang melekat di tubuh Flower hingga terlepas dan membuangnya secara asal. Setelahnya Malik kembali menghimpit tubuh Flower dan kembali membenamkan bibirnya di bibir mungil Flower. Ciuman yang awalnya lembut kian terasa menuntut setelah Flower membalas ciuman Malik.


Sentuhan-sentuhan kecil yang diberikan Malik ke tubuh polos Flower tentu saja berhasil membuat tubuh Flower meremang hingga menggeliat di bawah kung-kungan tubuh Malik. Flowe memejamkan kedua kelopak matanya saat merasa sudah tak kuasa menahan suara desa-han yang sejak tadi ia tahan karena perbuatan Malik.

__ADS_1


"Keluarkan saja. Kau terlihat semakin manis jika bersuara." Ucap Malik dengan parau di telinga Flower.


Rasa lelah dan letih yang tadi Malik rasakan karena setelah seharian bekerja di perusahaan hilang begitu saja karena aktivitas mereka saat ini. Sebagai seorang pria normal Malik tentu saja tidak akan membuang kesempatan emas begitu saja saat mendengar Flower yang berusaha untuk menggodanya.


"Malik bisakah kau segera memulainya aku sudah tidak sabar!" Pinta Flower setelah melakukan pelepasannya.


"Baiklah, Sayang." Ucap Malik lalu bersiap menuntun cacing alaskanya menuju sarangnya.


"Sa-sayang..." ucap Flower terbata sambil menikmati sentuhan keras yang Malik berikan saat ini.


*


"Kenapa sudah selesai saja?" Tanya Flower dengan nafas yang terdengar naik turun.

__ADS_1


"Aku tidak ingin membuatmu lelah." Ucap Malik lalu mengecup kening Flower tanda ucapan terima kasih.


"Tapi aku tidak lelah." Flower memasang wajah masamnya. Sungguh ia merasa tidak rela saat Malik mengakhiri percintaan mereka dengan durasi yang cukup cepat dibandingkan kemarin.


"Bayi kita yang merasa lelah." Ucap Malik sambil mengusap perut Flower. "Maafkan Daddy sudah membuatmu merasa terguncang di dalam perut Mommy." Ucap Malik pada janin Flower.


"Aku tidak merasa terganggu, Daddy. Aku bahkan ingin dikunjungi kembali oleh Daddy." Ucap Flower menirukan suara anak kecil.


Malik tersenyum tipis mendengarnya. Dapat ia lihat jika Flower belum puas dengan percintaan mereka kali ini. Tapi ia tidak ingin menuruti keinginan istrinya itu karena masih mengingat kondisi kandungan Flower saat ini yang belum cukup kuat.


"Kita bisa melakukannya lain waktu. Sekarang istirahatlah." Tutur Malik lembut pada Flower.


Flower masih memasang wajah masam. Karena tak ingin membuat keinginannya tidak terwujud, Flower pun segera melakukan aksi dengan naik ke tubuh Malik karena berniat memimpin percintaan kedua mereka.

__ADS_1


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2