
"Ya, kau harus baik-baik saja atau aku akan mencari suami baru setelah ini." Jawab Mom Rania dengan wajah bersedih.
Dad William melototkan kedua bola matanya merasa tak percaya mendengar jawaban dari istrinya. Niatnya yang ingin menjawab perkataan Mom Rania terpaksa ia urungkan karena Flower sudah memintanya untuk cepat memanjat.
Aksi panjat memanjat pohon pada siang hari yang cukup terik itu pun dimulai. Dengan gerakan ragu Dad William mendekati pohon mangga lalu mengambil ancang-ancang untuk naik ke atas dahan yang ia rasa terjangkau oleh kakinya.
Flower yang merasa tidak sabar melihat pergerakan Daddynya pun berteriak menyemangati Daddynya. Pun dengan Baby yang ikut berceloteh seolah ingin menyemangati kakeknya itu.
"Baby, kau terlihat senang sekali melihat Kakekmu ketakutan." Ucap Bu Venna sambil mengusap kepala Baby.
"Ehe." Baby tertawa lalu kembali berceloteh menatap pada Dady William yang sudah menaikkan sebelah kakinya ke atas dahan.
"Ayo semangat Daddy!" Pekik Flower namun tak dihiraukan oleh Dad William karena saat ini Dad William fokus pada dahan yang sedang ia panjat.
Glek
__ADS_1
Baru saja naik ke atas dahan tubuh Dad William sudah dibuat menggigil menatap ke arah bawah. Walau tanah terlihat cukup dekat dengan posisinya saat ini namun tetap saja Dad William dibuat gugup memanjat pohon di usianya yang tak lagi muda.
"Daddy kenapa diam saja? Ayo cepat ambil mangga yang itu!" Ucap Flower sambil menunjuk mangga muda yang terlihat menggiuarkan di matanya.
Dad William yang masih merasa menggigil tak mengiyakannya atau pun menolaknya. Saat ini ia hanya fokus memegang dahan kecil untuk menjaga keseimbangannya di atas pohon.
"Agh, Daddy kenapa lama sekali!" Flower kembali berucap tanpa memperdulikan Daddynya yang ketakutan.
"William ayo cepat ambil mangganya!" Mom Rania pun ikut berteriak tanpa tahu jika suaminya itu kini tengah menggigil.
Flower pun menatap pada Daddynya yang masih diam tanpa berniat meraih mangga yang ada di dekatnya. "Apa Daddy sudah berubah menjadi pria lemah saat ini? Jika iya maka lebih baik Daddy turun saja." Ucap Flower dengan wajah sebal.
Disebut lemah oleh putrinya tentu saja membuat Dad William merasa tidak terima dan tertantang untuk segera mengambil mangga tersebut. Dengan keyakinan yang hanya sepuluh persen saja Dad William pun mengulurkan tangan dan membungkukkan tubuhnya ke arah ranting mangga yang berada cukup dekat dengannya.
"Yaaa..." sedetik kemudian Dad William pun berteriak karena mangga itu berhasil di dapatkan oleh tangannya.
__ADS_1
"Hore..." Flower turut berteriak bahkan sampai melompat dua kali.
Mom Rania pun merasa lega karena suaminya sudah berhasil mendapatkan mangga tersebut dan meminta suaminya untuk turun dari atas pohon. Untuk kedua kalinya nyali Dad William pun diuji untuk turun dari atas pohon.
Untung saja tidak ada lagi drama saat Dad William turun dari atas pohon yang membuat Flower tersenyum senang karena mangga yang ia inginkan sudah berada di tangannya.
Flower pun melangkah masuk begitu saja ke dalam rumah meninggalkan Dad William dan yang lainnya.
"Malik, kau harus meminta pelayan di rumahmu menebang pohon mangga ini sebelum Flower kembali meminta Daddy untuk memanjatnya!" Perintah Dad William tegas dengan cucuran keringat yang membasahi wajahnya.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗