
"Bagaimana dengan kondisi kandunganmu? Apa baik-baik saja?" Tanya Yura mengingat Flower kini tengah mengandung sama seperti dirinya.
"Seperti yang kau lihat. Aku dan kandunganku baik-baik saja." Jawab Flower seadanya.
Yura mengangguk saja. Tak banyak hal yang Yura dan Flower bicarakan karena beberapa saat kemudian Rachel masuk ke dalam ruangan perawatan hingga memutus pembicaraan di antara mereka.
"Kalau begitu aku pamit keluar dulu. Semoga persalinanmu berjalan dengan lancar." Ucap Flower.
"Terima kasih." Jawab Yura seraya tersenyum.
Malik dan Flower pun keluar dari dalam ruangan setelah berpamitan pada Rey dan Yura.
"Yura, apa yang Flower bicarakan padamu?" Tanya Rachel merasa awas dengan kedatangan Flower.
"Hanya seputar kehamilan dan persalinanku sebentar lagi." Jawab Yura seadanya.
"Apa dia berbicara yang tidak-tidak kepadamu?" Tanya Rachel.
__ADS_1
Yura menggeleng. "Kau tenang saja. Flower sangat baik kepadaku." Jawab Yura tak ingin adik ipar sekaligus sahabatnya itu berpikiran buruk pada Flower.
"Baiklah kalau begitu." Rachel merasa lega setelah mendengarnya. Walau dapat melihat perubahan di dalam diri Flower setelah ia menikah dengan Malik, namun tetap saja Rachel merasa awas pada Flower sampai saat ini.
Sementara di luar ruangan perawatan, Flower terlihat bingung saat Malik berkata jika ia harus pergi ke perusahaan Bagaskara sekarang juga karena ada hal yang harus ia kerjakan di sana.
"Pergilah. Aku akan pulang naik taxi online saja." Ucap Flower pada Malik.
"Aku akan mengantarkanmu pulang." Jawab Malik cepat.
"Tidak perlu. Biar aku pulang sendiri saja." Balas Flower tak ingin merepotkan Malik. Flower pun mengadahkan tangan pada Malik meminta uang karena ia tidak memiliki uang sepersen pun jika tidak meminta pada Malik.
"Hei, apa yang kau lakukan!" Ucap Flower sedikit keras karena merasa terkejut dengan tindakan Malik secara tiba-tiba.
Malik hanya diam saja sambil terus menarik tangan Flower hingga akhirnya mereka sampai di parkiran mobil.
"Kau ini apa-apaan?" Lidah Flower berdecak menatap kesal pada suaminya.
__ADS_1
"Masuklah." Ucap Malik setelah membukakan pintu untuk Flower.
Flower menurut saja lalu masuk ke dalam mobil karena menurutnya tidak ada artinya jika ia menolak perkataan suaminya itu.
Setelah memastikan Flower duduk dengan nyaman di dalam mobil, Malik pun segera memutari mobil dan ikut masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana? Bukankah kau ingin mengantarkanku pulang?" Tanya Flower saat mobil sudah melaju di jalan yang bukan menuju arah rumah mereka berada.
"Aku akan membawamu ke perusahaan karena aku harus segera sampai di perusahaan sebentar lagi." Jawab Malik karena beberapa saat sebelumnya ia mendapatkan kiriman pesan jika ada berkas yang harus ia tanda tangani sekarang juga.
"Apa? Maksudmu kau ingin membawaku ke perusahaan Bagaskara?" Ulang Flower dan diangguki sebagai jawaban oleh Malik.
"Oh astaga... aku tidak mau!" Flower menolak namun penolakannya tidak berarti apa-apa karena Malik terus melajukan mobil menuju perusahaan hingga akhirnya berhenti tepat di depan perusahaan Bagaskara.
"Ayo turun." Ajak Malik pada Flower.
Flower menatap sekitarnya. "Aku tidak mau turun." Jawab Flower karena ia merasa takut jika nanti akan bertemu dengan Andini dan rekan kerjanya yang lainnya dan mereka akan bertanya tentang hubungannya dengan Malik saat ini.
__ADS_1
***