
"Kau tahu jelas alasan apa yang membuatku bersikap seperti ini, Rania." Ucap William.
"Aku tahu tapi aku juga tidak ingin kau terlalu berlama-lama mengulur waktu, Will. Anak kita sedang tidak baik-baik saja dan kau harus bergerak dengan cepat sebelum kau menyesal." Ucap Rania. Ada maksud tertentu yang ia isyaratkan dari perkataannya itu.
William yang dapat menangkap maksud perkataan Rania pun langsung meminta penjelasan dengan rinci dari istrinya itu. Tentu saja setelah mendengarnya penjelasan dari Rania membuat dada William bergemuruh dan kedua tangannya terkepal.
"Mulai besok aku akan mencaritahu semuanya. Jangan bergerak di saat kita belum mendapatkan bukti." Tekan William.
Rania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Saat ini ia cukup merasa lega karena ternyata William masih sangat perduli dan sayang dengan anak semata wayang mereka.
*
Malik dan Flower terlihat baru saja masuk ke dalam rumah Bu Venna. Di ruang tamu, ternyata Bu Venna sudah menunggu kedatangan mereka dan langsung berdiri dari duduknya saat melihat kedatangan anak dan menantunya.
"Kalian dari mana saja?" Tanya Bu Venna menatap Flower dan Malik secara bergantian.
"Kami baru saja dari rumah sakit." Jawab Malik seadanya.
__ADS_1
"Rumah sakit? Untuk apa?" Tanya Bu Venna. Wajahnya terlihat bingung dan tengah menduga-duga saat ini.
"Memeriksakan kandungan Flower." Jawab Malik.
Deg
Jantung Bu Venna berdebar-debar. "Me-memangnya ada apa dengan kandungan Flower?" Tanya Bu Venna sedikit terbata.
"Tidak ada apa-apa, Bu. Kami hanya melakukan pemeriksaan bulanan saja." Kali ini Flower yang menjawab. Ia tidak ingin suaminya itu kelepasan bicara dan melanggar janji mereka saat di perjalanan tadi.
"Oh..." Bu Venna menghembuskan nafas lega. Dan tentu saja reaksinya itu dapat dilihat jelas oleh Malik yang tengah memperhatikannya saat ini. "Jadi bagaimana hasilnya? Apa semuany baik-baik saja?" Tanya Bu Venna.
Malik semakin mengeratkan kepalan tangannya. Menyadari reaksi suaminya membuat Flower segera mengelus tangan suaminya itu.
"Flower, masuklah lebih dulu ke dalam kamar." Titah Malik.
Flower tak langsung mengiyakannya. Ia menatap suaminya itu dengan intens sambil menggelengkan kepalanya. Malik pun memberikan kode lewat tatapan matanya jika semuanya akan baik-baik saja. Setelah meyakinkan semuanya akan baik-baik saja, Flower pun langsung berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Sore ini Malik akan membawa Flower kembali ke rumah kami." Ucap Malik tanpa basa-basi pada Bu Venna.
"Apa?!" Bu Venna terlihat terkejut mendengarnya. "Kenapa kau ingin membawa istrimu itu kembali ke rumah kalian? Hari ini belum satu minggu dari jadwal yang sudah kita sepakati, Malik. Kenapa kau sudah ingin membawanya saja?" Tanya Bu Venna.
"Karena Flower lebih baik berada di rumah kami saja." Jawab Malik cepat.
"Apa maksudmu, Malik? Kau pikir istrimu itu tidak aman berada di rumah Ibu?" Suara Bu Venna terdengar mulai meninggi.
"Malik tidak berkata seperti itu." Jawab Malik.
"Lalu apa maksudmu?" Tanya Bu Venna.
"Malik tidak ingin mengulangi perkataan yang sama, Bu. Sekarang Malik pamit dulu ke kamar untuk bersiap-siap." Ucap Malik. Sejak tadi ia sudah sangat berusaha menahan rasa emosinya pada ibu kandungnya itu.
"Malik, kau jangan bersikap tidak sopan seperti ini. Sekarang ayo jawab dengan jelas pertanyaan Ibu kenapa kau membawa istrimu itu pergi hari ini juga?"
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗