
Keesokan harinya, di saat Flower baru saja pulang dari kediaman Suci setelah puas bercerita bersama Suci dan Nia, Flower dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam ke rumahnya.
"Maaf, ada apa, ya?" Tanya Flower sambil menatap pria yang tengah berdiri di depan rumahnya.
"Maaf mengganggu, Nona Flower. Saya datang untuk menyerahkan ini pada anda." Ucap pria itu sambil menyerahkan sebuah box pada Flower.
"Apa ini?" Tanya Flower tanpa berniat mengambil alih box itu dari tangan pria itu.
"Ini adalah kiriman es krim dari Tuan Malik untuk anda." Jawabnya lalu membuka tutup box untuk memperlihatkan es krim yang ada di dalamnya agar Flower percaya.
Flower pun melihat isi yang ada di dalam box dan benar saja jika di dalam box terdapat merk es krim yang ia inginkan sejak kemarin.
"Kemarikan." Flower mengulurkan kedua tangannya pada pria itu. Pria itu pun segera menyerahkan box di tangannya pada Flower.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu, Nona." Ucap pria itu pad Flower.
"Baiklah, terima kasih." Ucap Flower dan diangguki pria itu sebagai jawaban.
__ADS_1
Setelah melihat pria itu pergi dari perkarangan rumahnya, Flower pun melangkah masuk ke dalam rumahnya setelah membuka pintu.
"Ini benar-benar dari Malik? Kenapa banyak sekali dia membelikannya? Sepertinya ada sepuluh box di sini." Ucap Flower menatap box es krim di depannya.
Karena ingin memastikan dengan jelas jika es krim itu dari Malik, Flower pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan melakukan panggilan telefon pada Malik.
"Hallo?" Ucap Malik saat panggilan sudah terbununh.
"Hallo, Malik. Aku baru saja mendapatkan kiriman es krim. Apakah benar es krim kiriman ini darimu?" Tanya Flower tanpa basa-basi.
"Sedang rapat? Jika kau sedang rapat kenapa mengangkat telefon dariku?" Tanya Flower bingung. Karena setahunya saat bekerja dengan Malik dulu Malik bukanlah pria yang mau memperdulikan ponselnya jika sedang rapat.
"Aku sudah berpamitan keluar untuk mengangkat telefon." Jawab Malik seadanya.
Flower terdiam beberapa saat.
"Jika tidak ada lagi—" ucapan Malik terhenti karena Flower menyangkalnya.
__ADS_1
"Kenapa kau membelikan es krim yang banyak sekali untukku? Kau membelikan lebih dari lima box es kri sedangkan aku hanya meminta dua." Tanya Flower.
"Sudahlah, terima saja. Anggap saja lebihnya untuk stok di dalam kulkas agar jika kau menginginkannya kau bisa langsung memakannya." Ucap Malik.
Flower kembali terdiam dan beberapa saat kemudian telefon pun terputus karena Malik sudah harus kembali ke dalam ruangan rapat.
"Kenapa dia baik sekali kepadaku?" Ucap Flower menatap layar ponselnya yang sudah mati.
Flower pun keluar dari dalam kamar dan membawa box es krimnya ke dapur untuk menyalinnya ke dalam kulkas.
Dan kini Flower duduk terdiam di atas kursi meja makan sambil mengingat setiap kebaikan Malik kepadanya.
"Dia... kenapa dia selalu baik kepadaku padahal aku acap kali bersikap buruk padanya?" Tanya Flower sambil mengingat setiap sikap buruknya pada Malik bahkan sampai mengatai pria itu pria miskin tanpa perasaan.
Flower pun kembali teringat dengan kejadian tadi malam saat Malik berbagi makanan dengan orang yang tinggal di bawah kolong jembatan.
***
__ADS_1