One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Perubahan Flower


__ADS_3

Kebahagiaan semakin bertambah menyelimuti keluarga kecil Malik setelah Flower diketahui sedang berbadan dua. Satu minggu setelah hari itu, Flower kembali menunjukkan efek samping dari kehamilan mudanya dengan terus muntah di pagi hari dan saat malam hari tiba. Rasa mual di kehamilan keduanya saat ini lebih terasa kuat dibandingkan saat hamil Baby dulu.


Jika saat mengandung Baby Flower masih bisa menikmati makanan dengan nikmat namun kali ini berbeda. Setiap makanan yang masuk ke dalam mulutnya terasa tidak enak dan Flower selalu ingin memuntahkannya. Bukan hanya dari makanan saja yang tidak diterima oleh Flower, kehadiran Malik di dekatnya pun kini membuat Flower kesal seakan membenci suaminya itu.


"Aku tidak ingin tidur denganmu. Kau sangat bau!" Ucap Flower ketus pada Malik yang baru saja berbaring di sebelahnya setelah selesai membasuh wajahnya di kamar mandi.


Malik yang baru saja berbaring pun sontak bangkit kembali dari pembaringannya setelah mendengar perkataan Flower. "Bau dari mana? Tubuhku ini tidak bau sayang." Jawab Malik sambil mencium bagian tubuhnya yang bisa ia jangkau dengan hidungnya.


"Hoek." Flower menutup hidungbya seolah menunjukkan jika Malik benar-benar bau dan ia merasa tidak kuat berada dekat dengan suaminya itu.


"Oh astaga..." Malik dibuat bingung melihat perubahan sikap istrinya yang tidak mau dekat dengannya seperti saat ini.


"Keluarlah. Kau bisa tidur di kamar tamu!" Usir Flower.


Mau tidak mau Malik pun menurutinya karena tidak ingin membuat istrinya semakin merasa mual berada di dekatnya. Melihat suaminya yang kini melangkah meninggalkan kamar tak membuat Flower merasa bersalah justru ia merasa senang karena kini indera penciumannya sudah mulai bagus kembali setelah kepergian Malik.

__ADS_1


"Kamar ini terasa nyaman tanpa dirinya." Ucap Flower sambil mengusap perutnya lalu berbaring di atas ranjang. Flower tidak memperdulikan dimana Malik akan tidur malam ini. Apa itu di kamar tamu atau di kamar Baby. Yang terpenting untuknya saat ini hanyalah Malik menjauh dari dirinya dan itu membuat indera penciumannya terasa nyaman.


Malik yang sudah berada di luar kamar pun memilih melangkah ke kamar Baby berada. Dari pada tidur di kamar tamu lebih baik malam ini atau bahkan sampai seterusnya Malik tidur di kamar Baby saja.


Tok


Tok


Tok


"Ada apa, Tuan?" Tanyanya bingung.


"Saya akan tidur menemani Baby malam ini. Kau silahkan tidur di kamarmu sendiri." Ucap Malik datar.


Suroh menganggukkan kepalanya tanpa banyak tanya. Ia pun berpamitan pergi dari kamar Baby setelah mengambil ponselnya yang berada di dalam kamar.

__ADS_1


Malik pun langsung masuk ke dalam kamar Baby setelah kepergian Suroh dan mendekati ranjang putri kecilnya.


"Baby, kau sudah tidur sayang?" Ucap Malik lembut sambil menatap wajah Baby yang sangat mirip dengannya.


Baby yang sudah tertidur pulas tak menanggapi pertanyaan dari Malik. Melihat Baby yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka membuat Malik sangat gemas dengan putrinya itu hingga memberikan sebuah ciuman di kening Baby.


Setelah puas memandang dan mencium Baby, Malik pun akhirnya beranjak ke arah ranjang besar dan membaringkan tubuhnya di sana. "Sepertinya malam ini sampai seterusnya aku akan melewati malam dengan tidur di kamar Baby." Ucap Malik yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi ke depannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2