One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Merasakan kesedihannya


__ADS_3

Akhirnya pagi itu Bu Asma kembali ke rumahnya dengan membawa sebuah harapan kecil jika Mom Rania dan Flower bisa membantunya untuk membebaskan Emila karena mereka sudah memaafkan Emila walau ia sadar jika tadi Mom Rania dan Flower tidak menjanjikan apapun itu kepadanya.


Sedangkan Flower, setelah kepergian Bu Asma ia nampak diam dudul di ruang tamu sambil mengingat penjelasan di akhir Bu Asma tadi yang mengatakan jika hanya Emila yang menjadi tulang punggung keluarganya karena ia dan suaminya sudah bercerai dan adik laki-laki Emila dibawa pergi oleh mantan suaminya.


"Sungguh menyedihkan." Ucap Flower lirih. Flower pun memikirkan bagaimana kehidupan Bu Asma selanjutnya tanpa ada Emila di sisinya. Di hidupnya hanya Emila yang saat ini ia punya dan hanya Emila yang menjadi harapannya. Rasanya Flower sangat tidak tega melihat ibu dan anak itu terpisah walau ia tahu apa yang terjadi saat ini murni karena kesalahan Emila.


"Flower." Ucap Mom Rania pada putrinya yang nampak termenung.


"Mommy." Ucap Flower sambil menatap Mom Rania yang sudah kembali dari dapur membawa minuman untuknya.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Mom Rania sambil meletakkan minuman di depan Flower.


"Emila dan ibunya, Mom." Jawab Flower jujur.


"Apa kau merasa iba pada mereka?" Tanya Mom Rania.

__ADS_1


Flower menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, Mom. Kasihan Bu Asma yang saat ini tinggal sendiri dan menjalani kehidupannya dengan sendiri tanpa ada Emila lagi di sisinya." Jawab Flower.


Mom Rania menghembuskan nafas bebas di udara. "Mom juga merasa kasihan. Tapi saat ini biarkan dia merasakan efek jera karena perbuatannya." Ucap Mom Rania.


"Apa dengan memenjarakannya bisa memberikan efek jera kepadanya?" Tanya Flower.


"Mungkin saja." Jawab Mom Rania.


"Apa tidak ada cara lain?" Tanya Flower lagi.


Flower terdiam. Pemikirannya kembali melayang pada wajah sendu Bu Asma tadi.


"Sudahlah, jangan terlalu memikirkannya. Mommy juga tidak tega padanya. Tapi saat ini Mom harap kau bisa menghargai keputusan Daddymu." Ucap Mom Rania lembut.


Flower mengangguk saja mengiyakan perkataan Mommynya. Karena tak ingin membuat putrinya terus kepikiran dengan kedatangan Bu Asma tadi, akhirnya Mom Rania pun mengajak Flower berjalan-jalan dengan mengajak Suci dan Nia bersama mereka.

__ADS_1


Ajakan Mom Rania tentu saja membuat Flower merasa senang karena kali ini mereka berjalan-jalan dengan kedua teman baiknya. Namun walau pun sudah menghabiskan beberapa waktu bersama Mommy dan kedua teman baiknya tak membuat Flower lupa sepenuhnya dengan kedatangan Bu Asma tadi.


Mom Rania yang melihat putrinya masih memikirkan tentang Bu Asma dan Emila sampai mereka kembali ke rumah memilih diam karena ia tahu untuk saat ini sarannya tidak akan diterima oleh Flower.


Perubahan sikap Flower hari itu pun akhirnya terasa oleh Malik yang baru saja pulang dari bekerja sore itu. Ia pun menghampiri istrinya yang kini sedang berdiri di depan jendela menatap lurus ke dapan.


"Ada apa denganmu, hem?" Tanya Malik sambil memeluk Flower dan memberikan usapan lembut di perut istrinya.


Flower hanya diam membiarkan Malik memberikan usapan di perutnya. Melihat istrinya yang hanya diam saja membuat Malik memutar tubuh istrinya agar menatap kepadanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2