
Akhirnya setelah disuruh pergi oleh Rey, Malik pun pergi meninggalkan perusahaan sebelum ia sempat duduk di kursi kerjanya. Malik berterima kasih pada atasannya itu yang selalu mengerti dengan keadaanya tanpa perduli jika ia mungkin kesusahan karena tidak ada dirinya.
Malik pun melajukan mobilnya menuju gedung tua dimana Emila berada saat ini. Tak lupa Malik menghubungi pihak kepolisian untuk mempercepat proses penangkapan Emila karena bukti-bukti yang menjerat Emila sudah cukup kuat ia berikan.
Walau ia tidak melakukan tindakan apapun pada Emila selama berada di gedung tua, yang terpenting menyekap Emila saat ini untuk meyakinkan Malik jika Emila tidak mungkin kabur sampai polisi melakukan penangkapan kepada Emila.
Empat puluh lima menit berlalu, akhirnya mobil milik Malik pun terparkir di depan gedung tua. Seorang pengawal bertubuh besar langsung sigap datang menghampiri Malik yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.
"Bagaimana?" Tanya Malik tanpa basa-basi.
"Nona Emila aman berada di dalam ruangan penyekapan, Tuan." Jawabnya.
"Apa kau sudah memberikan makanan untuknya?" Tanya Malik. Bagaimana pun juga ia tidak bisa menyiksa Emila dengan tidak memberikannya makan.
"Sesuai dengan apa yang anda perintahkan, Tuan. Saya sudah memberi Nona makan." Jawabnya.
"Bagus." Ucap Malik lalu melangkah masuk ke dalam gedung.
Pengawal Malik pun mengikuti Malik dari belakang.
Seorang pengawal yang masih menjaga pintu ruangan segera membuka pintu saat melihat Malik datang dan ingin masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Malik..." pekik Emila saat melihat Malik masuk ke dalam ruangan.
Malik hanya diam sambil terus melangkah ke arah Emila berada.
"Aku tahu kau pasti akan datang untuk melepaskanku. Kau pasti lebih memilih aku dari pada wanita itu." Emila tersenyum saat mengatakannya.
Malik masih memasang wajah datarnya tanpa menggubris perkataan Emila yang terkesan tidak tahu malu.
"Malik... ayo lepaskan aku!" Pinta Emila dengan wajah memohon.
Malik masih diam hingga akhirnya beberapa saat baru bersuara. "Apa kau belum menyesali kesalahanmu saat ini?" Tanya Malik datar.
"Baiklah. Kalau begitu kau bisa menyesali perbuatanmu dibalik jereji besi nanti." Ucap Malik lalu membalikkan tubuhnya.
"Apa maksudmu, Malik?" Tanya Emila dengan berteriak.
Malik hanya diam dan melangkah keluar dari dalam ruangan penyekapan Emila. Tak berselang lama mobil polisi nampak sudah terparkir di depan gedung tua. Malik segera menghampirinya dan meminta mereka untuk melakukan tugasnya.
"Polisi?" Ucap Emila merasa terkejut melihat beberapa orang polisi nampak masuk ke dalam ruangan.
"Bawa dia!" Titah salah satu orang polisi.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?" Pekik Emila saat dua orang polisi datang mendekatinya dan memperlihatkan surat penangkapan untuk dirinya.
Kedua polisi itu memilih diam sambil terus membawa Emila keluar dari dalam ruangan.
"Malik apa-apaan ini?" Tanya Emila setelah berhadapan dengan Malik. Wajahnya nampak sangat cemas dengan penangkapannya saat ini.
"Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan di kantor polisi." Jawab Malik dengan wajah datar.
"Tidak. Aku tidak mau!" Emila memberontak namun tak membuat dirinya terlepas dari pegangan kedua polisi.
"Bawa dia masuk ke dalam mobil." Ucap seorang polisi yang menjadi ketua di antara mereka.
"Tidak. Aku tidak mau! Lepaskan aku! Lepaskan!" Emila kembali memberontak hingga membuat kedua tangannya terasa sakit.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1