One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kontraksi


__ADS_3

Di saat siang hari telah tiba, Bu Venna yang baru pulang dari bekerja nampak berkunjung ke kediaman Flower dan menemani menantunya bercerita bersama Mom Rania. Kesepian yang awalnya dirasakan Flower karena kepergian suaminya kini terasa hilang karena kehadiran mertuanya dan Mommynya.


Di saat sedang asik bercerita dengan Mom Rania dan Bu Venna, Flower tiba-tiba saja merasakan sakit kembali di dalam perutnya. Ia pun meringis menahan rasa sakit di dalam perutnya saat ini.


"Flower, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Bu Venna merasa cemas.


"Flow tidak apa-apa, Ibu." Jawab Flower berusaha tenang tak ingin membuat mertua dan mommynya merasa panik.


"Apa kau yakin?" Mom Rania turut memasang wajah cemas.


Flower pun menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Mom Rania.


Apa ini yang dinamakan kontraksi palsu? Tanya Flower dalam hati.


Beberapa menit telah berlalu, rasa sakit yang Flower rasakan pun hilang. Flower pun meyakini jika ia mengalami kontraksi palsu bukan pertanda bayinya meminta segera dilahirkan. Melihat Flower yang sudah tak lagi merasa kesakitan membuat Mom Rania dan Bu Venna merasa lega.

__ADS_1


Saat sore hari telah tiba, Bu Venna pun berpamitan untuk kembali ke rumahnya dan meminta Mom Rania untuk mengabarinya jika terjadi sesuatu pada Flower karena ia tidak mungkin menginap di rumah Flower saat ini.


Mom Rania pun mengiyakannya lalu mengantarkan Bu Venna sampai ke depan rumah. Flower yang ditinggalkan di dalam kamarnya nampak mengelus perutnya karena rasa sakit itu kembali datang.


"Kenapa rasa sakitnya kembali datang? Apa ini bukan kontraksi palsu tapi kontraksi jika aku mau melahirkan?" Tanya Flower pada dirinya sendiri.


Flower pun mencoba tak mengatakan pada Mom Rania jika ia sedang merasakan kontraksi karena tak ingin membuat Mommynya merasa cemas lagi. Di saat malam hari telah tiba, kontraksi itu kembali datang hingga pagi menjelang. Karena kontraksi yang dirasakannya itu membuat Flower tidak bisa tidur dan hanya bisa meminta pada Babynya tidak keluar sampai suaminya itu kembali.


"Agh..." rasa sakit yang Flower rasakan semakin terasa kuat. Flower pun akhirnya berteriak memanggil nama Mom Rania dan Dad William untuk datang ke dalam kamarnya. Untung saja setelah kepergian Malik, Flower sudah menonaktifkan alat peredam suara hingga suaranya bisa terdengar oleh Mom Rania dan Dad William dari dalam kamarnya.


"Mommy..." Flower yang tidak kuat menahan rasa sakit pun akhirnya terduduk lemas di atas lantai saat hendak keluar dari dalam kamarnya.


"Flower!" Pekik Mom Rania menatap putrinya yang terduduk di atas lantai.


"Mommy perut Flower sakit..." ucap Flower sambil menangis.

__ADS_1


"Flower ada apa ini?" Dad William yang merasa panik pun tak bisa menggunakan akal sehatnya dengan baik.


"Sepertinya putri kita akan melahirkan! Ayo bawa Flower ke rumah sakit!" Titah Mom Rania.


Dad William mulai panik. Tapi ia masih berupaya menggunakan akal sehatnya yang sudah menipis untuk membawa Flower ke rumah sakit.


"Daddy ayo gendong Flow!" Ucap Flower keras karena Dad William hanya diam saja berdiri di depannya.


"William ayo angkat putrimu!" Ucap Mom Rania ikut keras merasa kesal dengan sikap lambat suaminya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2