
"Agh, tidak. Mungkin hanya perasaanmu saja." Ucap Andini.
"Sepertinya begitu. Baiklah, kalau begitu aku buka dulu gaunnya." Ucap Flower yang diangguki Andini sebagai jawaban.
Setelah membayar gaun miliknya dan gaun Andini, Flower pun keluar dari dalam butik. "Apa kita langsung pergi makan saja? Sepertinya perutku sudah terasa sangat lapar." Tanya Flower.
"Boleh. Kau ingin kita makan apa?" Tanya Andini.
"Bebek panggang di resto yang kemarin sepertinya enak." Jawab Flower.
"Baiklah. Kalau begitu ayo kita ke sana." Ajak Andini yang diangguki Flower sebagai jawaban.
*
Akhirnya waktu yang dinantikan William pun tiba. Waktu dimana ia dan Flower akan bertemu dengan Zaki. Pria yang diharapkannya dapat membuat putrinya menghapus jejak masa lalu tentang Rey di hidupnya.
"Flower, apa kau sudah siap?" Tanya William sedikit berteriak pada putrinya yang masih berada di dalam kamarnya. Entah apa yang dilakukan putrinya itu di dalam kamarnya hingga membuat William harus menunggunya keluar dari dalam kamar sampai satu jam lamanya.
"Sebentar Dad!" Terdengar sahutan Flower dari dalam kamarnya.
William berdecak kesal. "Ayo cepatlah keluar. Keluarga Om Candra sudah menunggu kita di sana." Teriak William lagi.
__ADS_1
Kali ini tak terdengar sahutan Flower dari dalam kamarnya. Dan beberapa saat kemudian, Flower pun telah keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan yang nampak anggun dan cantik.
"Kau terlihat sangat mirip dengan Mommymu jika seperti ini." Ucap William menatap wajah putrinya.
"Tentu saja Flow mirip Mommy karena Flow adalah anak kandung Mommy." Jawab Flower.
"Flow benar, tentu saja dia mirip denganku karena dia anak kandungku." Sahut Rania yang tengah berjalan di belakang tubuh William.
William mengangguk saja membenarkan perkataan kedua wanita yang sangat disayanginga itu.
"Ayo kita berangkat." Ajaknya pada Flower dan Rania.
Flower dan Rania mengangguk lalu melangkah ke arah tangga.
Rania menggeleng. "Mom belum mengenalnya." Jawabnya seadanya.
Flower mengangguk saja dan tak lagi bertanya karena saat ini kepalanya tiba-tiba pusing saat mobil Daddynya mulai melaju meninggalkan perkarangan rumahnya.
"Aroma mobil Daddy sungguh membuatku mual." Gumam Flower sambil menutup mulut dengan telapak tangannya.
"Ada apa Flow?" Tanya Mom Rania yang melihat pergerakan Flower dari kaca spion mobil.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Mom." Jawab Flower.
Rania mengangguk saja lalu kembali menatap ke arah jalanan di depannya.
Setengah jam berlalu. Mobil milik William pun telah sampai di sebuah restoran yang mereka janjikan untuk bertemu.
"Apa Tuan Candra dan putranya sudah sampai?" Tanya Rania pada William.
"Sudah. Mereka sudah sampai sejak lima menit yang lalu." Jawab William karena tadi ia sempat membaca pesan yang dikirimkan Tuan Candra kepadanya.
Rania mengangguk saja lalu mengajak Flower yang sedang asik memainkan ponselnya untuk masuk ke dalam restoran.
Rania dan William terus melangkah mencari keberadaan Tuan Candra dan putranya berada. Sedangkan Flower yang melangkah di belakang mereka masih fokus pada ponsel di tangannya karena kini ia sedang asik berbalas pesan dengan Andini.
"Selamat datang Tuan William, Nyonya Rania." Mendengar suara seorang pria menyebut nama Mommy dan Daddynya membuat Flower mengangkat kepalanya dan menatap ke arah depan.
"Dia!" Ucap Flower sedikit keras saat melihat wajah pria yang sangat dikenalinya tengah berdiri di sebelah pria yang tadi menyapa Mommy dan Daddynya.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.