One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menunggunya tiba


__ADS_3

Selama berada di dalam perjalanan kembali ke ibu kota Malik dibuat tidak tenang karena Mom Rania tak kunjung mengangkat panggilan telefon darinya. Karena rasa cemas sekaligus panik yang kini ia rasakan membuat Malik beberapa kali mengumpat pengguna jalanan yang lainnya karena menghalangi jalan mobilnya.


"Flower... ku mohon berjuanglah untuk anak kita." Ucap Malik dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana rasa sakit yang kini dirasakan oleh istrinya. Malik pun hanya bisa berdoa untuk keselamatan anak dan istrinya.


Cittt


Malik tiba-tiba saja menghentikan laju mobilnya karena mobilnya hampir saja menabrak mobil yang tiba-tiba saja mengerem di depan mobilnya.


Deg


Deg


Jantung Malik berdebar cukup kuat. Malik mencoba mengatur dirinya agar tetap tenang. Ia harus bisa mengendalikan emosinya agar bisa sampai dengan selamat di ibu kota. Flower menunggu kedatangannya dengan selamat dan ia harus bisa sampai sesuai dengan harapan Flower.


"Flower... tunggu aku." Ucap Malik lalu kembali melajukan mobilnya.


*


"Aaa..." suara teriakan yang terdengar bersahutan di dalam ruangan pemeriksaan membuat Mom Rania yang kini sedang berada di luar ruangan menjadi semakin cemas.


Tak lama seorang dokter yang memeriksa kondisi Flower pun keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.

__ADS_1


"Bagaimana Dokter? Apa Flower sudah siap untuk melahirkan?" Tanya Mom Rania cepat.


"Belum, Nyonya. Saat ini Nona Flower masih mengalami pembukaan lima." Jawab Dokter.


Wajah Mom Rania nampak pucat. "Berarti masih ada waktu beberapa jam lagi menunggu Flower untuk melahirkan?" Tanya Mom Rania.


Dokter pun mengangguk mengiyakannya dan menjelaskan jika pembukaan lengkap Flower bisa terjadi lebih cepat. Mendengar itu membuat Mom Rania lemas membayangkan betapa sakitnya putrinya saat ini menunggu detik-detik pembukaan sempurna.


"Semoga saja Malik segera sampai sebelum Flower melahirkan." Ucap Mom Rania penuh harap karena ia tahu Flower sangat menginginkan Malik berada di sisinya saat melahirkan dan sejak tadi Flower terus saja memanggil nama suaminya itu.


"Apa saya sudah boleh masuk?" Tanya Mom Rania kemudian.


Setelah berada di dalam ruangan pemeriksaan dilihatnya suaminya masih menjadi pelampiasan Flower menyalurkan rasa sakitnya. Flower terlihat tengah mencengkram erat lengan Dad William tanpa memperdulikan kuku-kukunya yang tajam melukai lengan Daddynya.


"Mommy..." Flower menangis semakin keras melihat kedatangan Mom Rania.


Mom Rania pun mencoba membantu suaminya untuk lepas dari cengkraman anaknya dan akhirnya berhasil setelah Mom Rania mengusap lembut rambut Flower.


"Sakit sekali, Mommy." Ucap Flower sambil memejamkan kedua kelopak matanya.


"Kau harus kuat Nak untuk Baby kalian." Ucap Mom Rania.

__ADS_1


"Dimana Malik Mommy? Flow ingin Malik." Ucap Flower dengan air mata yang mengalir semakin deras membasahi kedua pipinya.


"Tenanglah... Malik sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit." Jawab Mom Rania.


"Hua... Malik kau harus ada di sini melihat Baby lahir." Ucap Flower.


Mom Rania hanya bisa memberikan usapan lembut di kepala putrinya untuk menenangkan putrinya.


"Flow tidak mau melahirkan sebelum ada Malik, Mommy." Ucap Flower kemudian dengan terisak.


Mom Rania menganggukkan kepalanya dan mendoakan menantunya agar bisa sampai sebelum waktu Flower melahirkan.


Dad William yang sedang merasakan sakit pada kepala dan lengannya hanya diam sambil mengusap-usap lengannya dan menunggu jadwal untuk menjadi pelampiasan putrinya kembali.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2