One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Berjuang untuk putriku


__ADS_3

Wanita paruh baya yang tak lain adalah Bu Asma ibu kandung dari Emila itu nampak sedang menangis di dalam kamarnya memikirkan nasib putrinya saat ini. Tidak tahu lagi bagaimana caranya agar putrinya itu bisa keluar dari dalam penjara karena berbagai cara yang ia lakukan sepertinya akan sia-sia mengingat lawannya saat ini adalah orang yang sangat berpengaruh di kota tempat ia tinggal.


"Emila... pulanglah, Nak... kembali lagi pada Mama." Tangisan wanita paruh baya itu terdengar sangat menyayat hati. Sebagai seorang ibu hatinya kini benar-benar hancur karena melihat putrinya yang tengah dipenjara dan entah sampai kapan akan keluar dari jeruji besi itu.


"Aku harus berusaha agar Emila bisa keluar dari penjara. Aku harus berusaha lebih giat lagi." Bu Asma menguatkan dirinya. Jika tidak dirinya siapa lagi yang bisa membantu putrinya itu keluar dari dalam penjara.


Setelah beberapa waktu yang lalu Bu Asma mencoba meminta maaf pada Dad William dengan datang ke perusahaan Arnold dan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginannya, kali ini Bu Asma akan mencoba cara lain. Ia tidak akan putus asa demi putri sulungnya itu.


"Mama akan berjuang untukumu, Nak." Ucap Bu Asma sambil memeluk foto Emila yang baru saja diambilnya di atas nakas.


*


Keesokan harinya. Flower nampak terjaga dari tidurnya dengan wajah yang nampak cerah dan hati yang sangat bahagia karena tadi malam Malik memenuhi janjinya untuk mengunjungi Baby mereka. Tentu saja selama melakukan kunjungan Malik memperlakukan Flower dengan lembut hingga membuat istrinya itu begitu terbuai dengan sentuhannya.


Untung saja alat peredam suara di kamar mereka bekerja dengan baik hingga Dad William, Mom Rania dan Suroh tidak dapat mendengarkan suara erotis dari dalam kamar mereka.

__ADS_1


"Malik belum bangun juga?" Gumam Flower menatap wajah suaminya yang masih nampak begitu lelap dalam tidurnya. Diusapnya wajah Malik dengan lembut sambil membayangkan kegiatan panas mereka tadi malam.


"Malik, kau sangat oke. Kau sangat perkasa." Puji Flower masih dengan mengusap wajah Malik.


Pergerakan tangan Flower di wajahnya pun akhirnya membuat Malik terganggu dari tidurnya hingga akhirnya membuka mata. Dilihatnya wajah istrinya tengah senyum-senyum sendiri dan sepertiny tidak menyadari jika ia sudah terbangun dari tidurnya.


"Flower." Ucap Malik pelan.


"Ma-malik? Kau sudah bangun?" Flower terbata. Merasa malu karena sepertinya Malik melihat ia yang sedang tersenyum sendiri tadi.


Malik mengangguk mengiyakannya. "Kenapa kau tersenyum sendiri? Apa yang membuatmu senang pagi ini?" Tanya Malik parau.


"Aku apa?" Tanya Malik.


"Aku merasa senang karena kau." Jawab Flower malu-malu lalu menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya.

__ADS_1


Malik tersenyum mendengarnya. Ia memberikan ciuman bertubi-tubi di pucuk kepala istrinya.


"Apa kau senang karena aku mengunjungi Baby?" Malik memperjelas maksud perkataan istrinya.


"Emh, ya." Jawab Flower jujur.


"Kau ini..." Malik yang merasa gemas dengan kemesuman istrinya pun mengeratkan pelukannya di tubuh Flower.


Flower pun tersenyum senang di dalam pelukan Malik. Setelahnya Malik pun melepaskan pelukan di antara mereka lalu mengajak Flower untuk membersihkan tubuhnya.


"Kau mandi dulu saja. Aku ingin melihat Mommy ke dapur dulu." Ucap Flower yang sudah menebak jika pagi ini Mommynya sudah terjaga dan sedang memasak di dapur bersama Suroh.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2