
Di saat semua orang sedang menikmati hidangan yang tersedia di acara tujuh bulanan Flower, seorang pria yang baru saja datang ke kediaman orang tua Flower nampak memasuki rumah dengan senyuman manis terkembang di wajah tampannnya.
"Sepertinya aku sudah sangat terlambat." Ucapnya pada dirinya sendiri. Ia terus melangkah masuk ke dalam rumah hingga akhirnya kehadirannya diketahui oleh William sang pemilik rumah.
William menghentikan suapan ke dalam mulutnya dan segera menghampiri Zaki. "Selamat datang di rumah kami, Tuan Zaki." Ucap William setelah menjabat tangan Zaki.
"Maaf saya datang terlambat." Ucap Zaki merasa sungkat.
"Tak masalah. Saya tahu anda sangat sibuk." Jawab William.
Zaki tersenyum kaku mendengarnya.
"Ayo silahkan duduk." Ajak William.
Zaki mengiyakannya lalu mengikuti William kembali ke posisinya semula.
Rachel yang sedang asik menikmati makanannya pun menghentikan kegiatannya saat menyadari kehadiran Zaki di antara mereka.
"Dia datang?" Gumam Rachel menatap Zaki yang kini sudah duduk berhadapan dengan William dan Gerry.
Flower yang turut mengetahui kedatangan Zaki pun menatap pada Zaki lalu bergantian menatap Rachel.
__ADS_1
"Lihat mereka." Bisik Flower di telinga Malik.
Malik pun mengarahkan pandangan ke arah yang dilihat Flower saat ini. Dilihatnya Zaki sudah bergabung bersama mertuanya dan Rachel yang sedang menatap pada Zaki.
"Kau mengerti arti tatapan Rachel saat ini?" Tanya Flower.
Malik menggeleng. "Dia hanya menatap tanpa arti." Jawab Malik seadanya.
Flower mendecakkan lidahnya. "Lihatlah mereka saling tersenyum." Ucap Flower lagi.
Malik hanya diam saja dengan wajah datarnya karena menurutnya tatapan Rachel dan Zaki saat ini hanyalah tatapan teman pada umumnya.
Satu jam telah berlalu, satu persatu tamu undangan pun berpamitan pulang ke kediaman mereka masing-masing. Termasuk dengan anak-anak dari panti asuhan yang diundang oleh William dan Rania setelah Flower dan Malik memberikan buah tangan untuk mereka tentunya.
Setelah mengantarkan Nia, Suci, Andini dan rekan kerjanya ke depan rumah, Flower pun kembali masuk ke dalam rumah. Melihat Flower yang sudah kembali masuk ke dalam rumah membuat Zaki segera menghampiri Flower.
"Selamat atas acara tujuh bulananmu. Semoga persalinanmu nantinya berjalan lancar." Ucap Zaki sambil mengulurkan tangannya pada Flower.
Flower menerima uluran tangan Zaki karena tidak mungkin menolaknya walau saat ini perutnya merasa mual melihat wajah Zaki.
"Ehem." Deheman cukup keras dari Malik membuat jabatan tangan keduanya terlepas.
__ADS_1
Malik segera mendekat pada istirnya dan melingkarkan lengannya di pinggang istrinya.
"Oh ya, selamat juga untuk anda Tuan Malik karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah." Zaki pun turut mengulurkan tangannya pada Malik.
Malik menerima uluran tangan itu dengan tangan kanannya yang bebas.
"Terima kasih." Jawab Malik datar.
Zaki tersenyum miring melihat respot dari Malik. Kedua orang pria yang sangat ingin memiliki Flower itu pun kini saling menatap dengan tajam seolah menunjukkan aura permusuhan satu sama lain.
Rey yang melihat interaksi keduanya dari jauh pun segera mendatangi mereka dan berdehem keras hingga tatapan keduanya terputus.
"Tuan Zaki, bisakah ikut dengan saya sebentar? Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan anda." Ajak Rey berupaya memutuskan aura permusuhan di antara Malik dan Zaki.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1