
"Aw... sakit sekali." Ucap Flower sambil memegang betisnya yang terasa sakit akibat bersentuhan dengan lantai.
"Siapa itu?" Tanya seseorang itu lagi. Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, seseorang itu pun melangkah menuju pintu kamarnya. "Hei, siapa kau?!" Seseorang yang tak lain adalah Malik nampak terkejut melihat seorang wanita yang tengah terduduk di lantai kamarnya sambil mengusap betisnya.
Posisi Flower yang sedang terduduk membelakangi Malik membuat Malik tak dapat melihat wajahnya begitu pun sebaliknya.
"Kenapa ada suara orang di dalam kamarku?" Flower yang masih setengah sadar itu pun bersusah payah bangkit dari duduknya lalu menatap ke sumber suara.
"Kau!" Pekik Malik merasa terkejut melihat wajah Flower di dalam kamarnya.
"Siapa kau? Kenapa kau ada di dalam kamarku?!" Pekik Flower sambil berusaha melihat dengan jelas siapakah pria yang sedang berdiri tidak jauh darinya saat ini.
"Anda bilang apa?" Malik dibuat tak percaya mendengar pertanyaan konyol Flower. "Jelas-jelas ini kamar saya dan bukan kamar anda!" Hardiknya.
"Ini kamarku!" Flower yang sudah sangat pusing dibuat jengkel mendengar seorang pria mengklaim kamar yang sedang ia tempati saat ini adalah miliknya.
__ADS_1
Malik memilih diam saat menyadari ada yang tidak beres dengan Flower saat ini setelah mencermati wajah dan rambutnya yang nampak berantakan pun dengan pakaian yang dikenakannya.
Sedangkan Flower yang merasa tidak mendapatkan jawaban dari Malik pun berjalan mendekat pada Malik sambil mengucek kedua matanya berharap dapat melihat dengan jelas siapakah gerangan pria yang sudah berani masuk ke dalam kamarnya.
"Kak Rey?" Ucap Flower kemudian setelah berada di hadapan pria yang terlihat sangat mirip dengan Rey saat ini di matanya. "Kak Rey ada di dalam kamarku?" Flower mulai meracau tidak jelas. "Apa Kakak sedang menunggu kepulanganku sejak tadi?" Flower mulai berhayal.
Malik seketika menjauhkan tubuhnya dari Flower saat Flower semakin dekat dengannya.
"Kak Rey..." ucap Flower lagi dengan senyuman terkembang di wajah kusutnya.
"Kak Rey..." bukannya mendengarkan perkataan Malik, Flower justru terpusat pada wajah Malik yang terlihat sangat mirip dengan wajah Rey saat ini. "Kak Rey jangan menjauh. Aku tahu Kakak sudah menunggu kepulanganku kan? Buktinya saja Kakak berada di dalam kamarku saat ini." Racau Flower lalu dengan gerakan cepat memegang salah satu tangan Malik dengan kedua tangannya.
"Apa dia mabuk?" Tanya Malik setelah mencium aroma alkohol yang sangat menyengat dari mulut Flower.
"Kak Rey..." sesaat kemudian Malik dibuat begitu terkejut saat Flower tiba-tiba saja memeluk tubuhnya sambil menangis dengan kencang.
__ADS_1
"Aku senang Kak Rey ada di sini karena Kakak pasti tahu jika aku sangat terluka melihat Kakak selalu bersama wanita itu." Racau Flower sambil memeluk erat tubuh Malik.
"Apa yang anda lakukan!" Malik bersusah payah menjauhkan tubuh Flower yang sedang memeluk erat tubuhnya. Terlebih saat ini ia sangat dibuat geli saat Flower menggesekkan wajahnya di dada bidangnya yang tidak tertutupi kain.
"Kak Rey sangat seksi." Flower mulai bertindak di luar batas dengan memegang bagian perut Malik.
"Agh, sial!" Malik pun dengan sedikit kuat mendorong tubuh Flower hingga berjarak dengan tubuhnya. "Jaga sikap anda, Nona!" Ucap Malik merasa berang.
Namun bukannya mendengarkan perkataann Malik, Flower justru kembali memeluk erat tubuh Malik.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.