One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Saya istrinya!


__ADS_3

"Turunlah." Malik berkata lembut namun penuh penekanan.


Flower selalu dibuat tak memiliki pilihan jika Malik sudah berkata dan menatapnya seperti saat ini. Bisa saja Flower melawannya namun Flower masih memiliki pikiran jika saat ini Malik sedang terdesak ingin cepat masuk ke perusahaan.


Mau tidak mau Flower pun turun dari dalam mobil dan mengikuti Malik masuk ke dalam perusahaan Bagaskara. Dan apa yang Flower perkirakan pun terjadi. Baru saja selangkah kakinya masuk ke dalam perusahaan semua mata yang berada di lobby kini sudah tertuju padanya dan Malik.


Bisik-bisik karyawan yang membicarakan dirinya dan Malik pun terdengar oleh telinga Flower. Flower berusaha mengabaikannya dengan terus melangkah beriringan bersama Malik dengan kepala tertunduk.


Ting


Kini Flower sudah bisa bernafas lega setelah masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.


"Tidak perlu memikirkan perkataan mereka." Ucap Malik yang seolah paham apa yang ada di dalam pemikiran istrinya saat ini.


Flower hanya diam saja dengan pandangan lurus ke depan.


Setelah pintu lift terbuka di lantai tertinggi perusahaan, Flower pun segera keluar dari dalam lift bersama dengan Malik.


Deg


Langkah Flower terhenti saat matanya menangkap sosok yang terlihat asing di penglihatannya tengah berdiri di meja kerjanya dulu dan tengah tersenyum pada dirinya dan Malik.


"Siapa dia?" Tanya Flower pada Malik yang kini menoleh ke arah belakang.

__ADS_1


"Dia Liza sekretaris baru Tuan Rey." Jawab Malik lalu melangkah mendekati Liza.


Flower menatap wanita cantik yang kini tengah berbicara dengan suaminya dengan tatapan tak suka.


"Kenapa dia terlihat terus tersenyum pada Malik?" Tanya Flower pelan tanpa mengalihkan pandangan pada Liza yang sedang berbicara dengan Malik.


"Ayo." Ajak Malik setelah kembali mendekat pada Flower.


"Kemana?" Tanya Flower.


"Masuk ke dalam ruanganku. Aku ingin menandatangani berkas-berkas ini." Ucap Malik sambil mengangkat berkas yang baru saja diberikan Liza padanya.


Flower mengangguk saja dan melangkah mengikuti Malik melangkah menuju ruangan kerjanya. Sebelum masuk ke dalam ruangan kerja Malik, Flower memutar kepala ke arah belakang untuk melihat Liza kembali.


Deg


"Dia sudah lama bekerja di sini?" Tanya Flower setelah duduk di atas sofa.


"Dia siapa?" Tanya Malik.


"Wanita tadi. Penggantiku." Jawab Flower.


"Baru satu bulan." Jawab Malik singkat.

__ADS_1


"Oh..." Flower mengangguk saja dan membiarkan Malik mulai fokus pada pekerjaannya. Karena merasa penasaran dengan wanita pengganti dirinya, Flower pun berpamitan pada Malik untuk keluar ruangan sebentar saja.


Malik yang sedang fokus pada pekerjaannya pun mengangguk saja. Lagi pula Flower tidak akan pergi kemana-mana selain berkeliling di dalam perusahaan pikirnya.


"Hai, Nona." Liza nampak sedikit terkejut saat Flower menghampiri meja kerjanya.


"Kau sekretaris baru di sini?" Tanya Flower menatap datar Liza.


"Benar, Nona. Apa anda adiknya Tuan Malik?" Tanya Liza ramah.


"Tidak." Jawab Flower.


"Benarkah? Atau anda adalah sepupunya?" Liza masih menebak siapa wanita di depannya saat ini.


"Tidak juga." Jawab Flower semakin menatap Liza dengan datar dan dingin.


"Lalu?" Liza mulai merasa penasaran dengan sosok di depannya.


"Saya istrinya." Jawab Flower singkat, padat dan jelas dan berhasil membuat Liza terkejut mendengarnya.


"I-istri?"


***

__ADS_1


__ADS_2