One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Putriku sangat ramah


__ADS_3

Flower menoleh pada Mommynya yang sedang melangkah ke arahnya. "Bobby, Mommy. Dia kembali mematikan sambungan telefon lebih dulu." Gerutu Flower.


Mom Rania tertawa kecil mendengarnya. Pengawal pribadi keluarga Rey itu memang unik dari pada yang lainnya. Ia tidak merasa takut mematikan sambungan lebih dulu jika merasa tidak ada lagi yang harus ia bicarakan.


"Apa kau kembali memintanya untuk mengawasi suamimu?" Tebak Mom Rania.


"Tentu saja. Aku tidak mau Malik berdekatan dengan wanita itu karena aku tahu dia adalah wanita penggoda berbentuk dedemit!" Ucap Flower kesal.


Mom Rania menggelengkan kepalanya. Putrinya itu masih saja menaruh rasa curiga pada sekretaris Rey. Padahal jika dipikir-pikir selama ini Malik tidak pernah meladeni wanita itu bahkan tidak menganggapnya ada di perusahaan. Lagi pula Malik adalah pria setia dan sangat mencintai istrinya. Sangat kecil kemungkinan jika Malik terpikat oleh wanita lain.


Dug


"Aw..." Flower meringis saat merasakan adanya tendangan dari dalam perutnya. "Boy... kenapa kau menendang Mommy? Kau ini tidak sopan sekali." Protes Flower pada janinnya.


Dug


Bukannya berhenti menendang, Boy justru kembali menendang bahkan lebih kuat.

__ADS_1


"Mommy..." Baby mengulurkan kedua tangan mungilnya pada Flower meminta untuk digendong.


Flower pun meminta Mom Rania menyerahkan Baby kepadanya.


"Itu tandanya Boy memintamu untuk berhenti berpikir negatif dan percaya pada suamimu." Ucap Mom Rania setelah menyerahkan Baby dan duduk di sebelah Flower.


Flower mengusap perutnya. "Tapi Boy, Mommy kan takut wanita itu berniat jahat pada Daddymu." Jelas Flower pada janinnya. Ia pernah berada di posisi Liza sebelumnya. Dan saat ini tentu saja dirinya merasa takut jika Liza merencanakan hal jahat sama seperti dirinya yang pernah berencana jahat pada Rey.


"Sudahlah, jangan berpikir yang tidak-tidak karena apa yang kau pikirkan saat ini bisa saja terjadi." Pesan Mom Rania.


"Benar juga. Flow tidak perlu terlalu memikirkannya." Jawab Flower yang mengerti maksud mommynya.


Flower tentu saja langsung mengiyakannya. Ia juga merasa bosan berada di rumah tanpa mengerjakan apa-apa.


Kedatangan Mom Rania, Flower dan Baby siang itu disambut dengan senyum merekah di wajah para karyawan yang berlalu lalang di sekitar lobby. Mereka tersenyum karena melihat Baby yang begitu manis dan lucu melambaikan tangan pada mereka sambil memperlihatkan kedua gigi kecilnya.


"Uwaa..." Baby berteriak saat mendengar ada wanita yang menyebut namanya.

__ADS_1


"Hai, Tante." Ucap Flower mengajarkan putrinya untuk menyapa karyawan Daddynya.


"Nte..." ucap Baby keras.


"Hahaha..." para karyawan tertawa gemas melihatnya.


Flower dan Mom Rania pun melanjutkan langkah mereka menuju lift untuk pergi ke ruangan kerja Dad William.


"Baby, kau sangat ramah sekali. Berbeda dengan Mommy dulu yang merasa takut melihat orang-orang." Ucap Flower sambil mengusap kepala Baby.


"Dulu saat kau masih seumur Baby, kau juga sangat ramah Flower. Kau juga suka menyapa orang di sekitarmu. Namun setelah umurmu menginjak dua tahun kau mengalami trauma bertemu dengan banyak orang karena ada yang mencubit pipimu hingga membuatmu menangis sangat keras dan Daddymu menjadi murka." Jelas Mom Rania menceritakan masa lalu Flower.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2