
Malik kini sudah berada di dalam mobilnya. Dilihatnya ponselnya yang tadi berbunyi dan ia abaikan. Keningnya menyerngit saat melihat panggilan telefon tak terjawab dari istrinya. Untuk apa istrinya itu menelefonnya sedangkan istrinya baru saja pergi bersama Andini. Malik yang mulai merasa cemas segera menghubungi kembali nomer telefon Flower. Namun pada deringan ketiga Flower tak kunjung mengangkat panggilan darinya.
"Ada apa dengannya? Kenapa menelefonku tiba-tiba?" Malik semakin cemas. Niatnya yang ingin pergi ke rumah Rey setelah pulang dari rumah ibunya ia urungkan dan langsung pergi ke sebuah mall yang menjadi tempat keberadaan Flower.
Sedangkan Flower yang tidak mengetahui panggilan telefon dari Malik tengah melangkah masuk ke dalam studio untuk menonton film yang akan segera dimulai. Saat masuk ke dalam studio pun Flower dibuat tidak tenang karena masih merasa ada sosok yang mengikuti mereka.
Satu jam berlalu, Flower dan Andini hanyut dalam suasana film yang sedang berlangsung tanpa menyadari kini ada sosok yang tengah cemas masuk ke dalam studio dengan langkah terburu-buru. Sosok itu segera melangkah naik ke arah deretan kursi yang ia yakini ada istrinya di sana.
"Tuan Malik?" Andini yang tersadar lebih dulu dengan keberadaan Malik pun bersuara. Terlebih saat ini Malik sudah mendaratkan bokongnya di kursi kosong di sebelahnya yang memang sengaja ia dan Flower pesan agar mereka berjarak dari orang-orang yang sedang menonton di studio.
"Malik?" Kini Flower pun ikut terkejut melihat keberadaan suaminya.
__ADS_1
Andini yang mengerti keadaan saat ini meminta Flower untuk menukar posisi duduk mereka. Flower pun mengiyakannya dan langsung berpindah duduk dengan Andini.
"Kenapa kau di sini?" Tanya Flower tanpa basa-basi.
"Karena aku mencemaskanmu. Untuk apa kau menelefonku tadi?" Tanya Malik.
Flower dapat melihat kecemasan di wajah suaminya itu. "Maaf, aku tadi ingin meminta kau menjemputku dan Andini." Jawab Flower.
Flower pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Melihat respon istrinya membuat Malik dapat menghembuskan nafas lega karena apa yang ia pikirkan sejak tadi tidak terjadi. Malik pun memilih diam dan meminta Flower kembali menikmati film yang sedang berlangsung.
"Malik, jangan pergi. Cukup di sini saja temani kami." Pinta Flower.
__ADS_1
Malik kembali dibuat bingung mendengar permintaan istrinya. Tak ingin banyak bertanya Malik memilih mengangguk saja mengiyakan permintaan Flower.
Di saat tayangan film sudah selesai dan saat ini mereka sudah berada di luar area bioskop Flower pun langsung menjelaskan pada Malik jika ia merasa tidak tenang akhir-akhir ini dan selalu merasa diikuti oleh seseorang.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Malik terdiam dan menatap ke arah sekitar mereka. Ia yakin firasat istrinya itu tidak salah walau saat ini ia tidak melihat sosok yang tengah mengikuti istrinya itu.
"Tenanglah, aku akan menjagamu dimana pun kau berada." Ucap Malik lembut menenangkan Flower.
Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia merasa selalu dilindungi di saat bersama Malik. Andini yang sejak tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan Flower dan Malik dibuat terharu melihat betapa Malik sangat menjaga istrinya itu bahkan sampai menyusul mereka hanya karena Flower tak mengangkat panggilan telefon darinya.
*
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗