One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kediaman baru


__ADS_3

Setelah melewati drama pagi dengan sebuah perdebatan hingga akhirnya muntah di kamar mandi, akhirnya Flower dan Malik pun kini sudah terlihat saling membantu membereskan barang-barang mereka yang akan dibawa ke rumah Malik.


"Kenapa ku mengusir pelayan yang ingin membantuku? Kau ingin membuatku repot, ya?" Tanya Flower sambil melototkan kedua matanya pada Malik.


"Jika bisa dikerjakan sendiri kenapa harus meminta bantuan pada orang lain?" Tanya Malik.


"Ck." Lidah Flower berdecak. "Tidak perlu sok baik di depanku. Kau sungguh membuat hidupkurepot!" Ketus Flower.


Malik memilih diam saja dan melanjutkan pekerjaannya. Saat ini Malik mulai berpikir bagaimana tumbuh kembang anaknya di dalam rahim Flower karena sikap Flower yang suka marah dan bersikap buruk kepada dirinya.


Setelah menghabiskan waktu hampir dua jam untuk membereskan barang-barang mereka, akhirnya Flower dan Malik pun keluar dari dalam kamar untuk menghampiri Mom Rania dan Dad William di lantai bawah.


"Kalian sudah selesai?" Tanya Rania.


"Sudah." Jawab Flower singkat sambil menunjukkan wajah sedihnya.


"Baiklah. Sebentar lagi Daddy akan memberitahu pelayan untuk membantu kalian pindah ke rumah Malik." Ucap Dad William.

__ADS_1


Malik mengangguk mengiyakan perkataan Dad William. Sedangkan Flower terlihat acuh dengan perkataan Dad William.


"Flower, bersikaplah dengan baik saat kau sudah tinggal dengan Malik nanti. Ingatlah jika saat ini surgamu sudah berpindah kepada suamimu. Jangan sesekali kau melawan atau membantah perkataannya selagi itu benar." Pesan Rania.


"Flo tidak berjanji untuk itu." Jawab Flower.


"Flower..." ucapan Rania tertahan saat William menggenggam sebelah tangannya.


"Sudahlah, lebih baik sekarang kita pergi ke rumah Gerry sebelum jam makan siang tiba." Ajak William pada Rania.


Malik mengangguk mengiyakannya. Sedangkan Flower hanya diam menatap kedua orang tuanya.


Mommy... Daddy... kenapa tidak ada rasa sedih sedikit pun yang kalian perlihatkan kepadaku karena sebentar lagi kita tidak tinggal bersama lagi? Tanya Flower dalam hati merasa miris.


*


Pukul dua siang, Malik dan Flower kini sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah Malik yang akan menjadi tempat tinggal mereka.

__ADS_1


"Mommy dan Daddy benar-benar tega sampai tidak ingin mengantarkanku untuk pindah." Gumam Flower sambil menatap jalanan yang mereka lewati siang itu.


Malik yang mendengarkan perkataan Flower memilih diam dan fokus menatap pada jalanan di depannya. Sedangkan pelayan yang ditugaskan ikut untuk membantu mereka terlihat memasang wajah kasihan pada Nona mudanya yang sedang bersedih.


Setengah jam berlalu, mobil Malik terlihat memasuki kawasan perumahan hingga akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat sederhana.


"Ayo turun." Ajak Malik pada Flower yang nampak termenung hingga tak menyadari jika saat ini mobil sudah berhenti.


Flower tak menjawab perkataan Malik justru kini memusatkan perhatian pada rumah di depan mereka. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Flower pun keluar dari dalam mobil Malik.


"Rumah siapa ini?" Tanya Flower menatap bangunan rumah yang terlihat sederhana di depannya.


"Rumah kita." Jawab Malik datar lalu berjalan ke belakang mobil untuk mengeluarkan barang-barang mereka dari bagasi mobil.


"Apa?!" Pekik Flower dengan mata terbelalak.


***

__ADS_1


__ADS_2