
"Maka dari itu karena mereka telah berkenalan sebelumnya maka tidak akan sulit untuk mereka saling mengenal lebih jauh." Jawab Gerry.
William terlihat menimbang-nimbang saran yang Gerry berikan. Di satu sisi ia merasa tertarik dengan saran Gerry karena dapat membuat putrinya mengalihkan perasaannya pada pria lain. Namun di sisi lain William merasa ragu jika Flower mau menerima pria yang bernama Zaki itu.
"Sudahlah, jangan terlalu banyak berpikir. Percaya saja jika semuanya berjalan dengan lancar. Dan jika pun tidak, tidak masalah karena kau bisa mencarikan sosok pria yang baru untuk putrimu." Ucap Gerry.
"Tapi bagaimana caranya aku memperkenalkan Zaki pada Flower? Kau tahu jelas jarak kita dan Zaki sangatlah jauh saat ini." Tanya Zaki bingung.
Gerry tak langsung menjawab pertanyaan William dan justru tersenyum menyeringai. "Kau tidak lupa bukan jika bulan ini sampai seterusnya Zaki akan mulai bekerja memimpin perusahaan yang baru saja diakuisi perusahaannya?" Tanya Gerry kemudian.
"Cerdas!" Ucap William lalu ikut tersenyum menyeringai.
*
Setelah menyepakati saran yang Gerry berikan, akhirnya malam itu William mengatakan pada Flower jika ia ingin Flower ikut dengannya besok malam untuk bertemu dengan rekan kerjanya yang berasal dari Surabaya.
"Tapi kenapa Flo harus ikut, Dad?" Tanya Flower merasa malas dengan ajakan Daddynya.
__ADS_1
"Flower, sudah beberapa kali Daddy mengajakmu untuk ikut bersama Daddu bertemu dengan rekan kerja Daddy tapi kau selalu menolaknya. Kali ini Daddy tidak menerima penolakan apa pun darimu." Tekan William.
"Tapi Dad..." Flower berusaha kembali menolak tapi William sudah menaikkan sebelah tangannya ke atas tanda peringatan agar Flower tak membantah perkataannya.
Karena tidak ingin membuat Daddynya marah dan akhirnya memintanya untuk bekerja di perusahaannya, Flower pun akhirnya mengangguk mengiyakannya.
"Kau tenang saja, besok Mommymu akan ikut bersama kita." Ucap William setelah Flower menyetujui ajakanjya.
"Mommy juga ikut?" Tanya Flower merasa bingung.
"Tapi untuk apa Mom ikut?" Flower semakin dibuat bingung. Ia mengalihkan pandangan pada Mommynya seakan meminta jawaban dari Mommynya.
"Sudahlah, jangan lagi banyak bertanya." Ucap William tak ingin Flower semakin menambah daftar pertanyaannya.
Flower mengangguk saja lalu berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya. Rasanya ia sudah merasa malas duduk bersama Daddy dan Mommynya karena akan menambah rasa pusing di kepalanya saat ini.
"Sayang, sebenarnya apa yang kau rencanakan pada putri kita?" Tanya Rania menangkap ada sesuatu yang tidak beres pada ajakan suaminya itu.
__ADS_1
William pun mendekatkan bibirnya di telinga Rania lalu membisikkan sesuatu pada Rania.
"Apa? Kau berniat menjodohkan putri kita? Tidak, aku tidak setuju!" Ucap Rania cepat. Untuk kali ini ia tidak menerima perjodohan apa pun untuk putrinya karena tidak ingin kesalahan lama akan terulang kembali.
"Tenanglah, Sayang. Aku tidak berniat menjodohkannya. Hanya memperkenalkannya saja pada anak rekan bisnisku. Jika Flower merasa tertarik padanya perkenalan bisa berlanjut, tapi jika tidak aku tidak akan memaksa Flower tetap berdekatan dengannya." Jelas William.
"Huh, tapi itu sama saja. Aku tidak ingin Flower menganggap jika kita menjodohkannya. Aku tidak ingin dia kembali kecewa untuk yang kedua kalinya." Ucap Rania. Sebagai seorang ibu ia dapat merasakan kesedihan yang dirasakan putrinya selama satu tahun belakangan ini.
Di tengah perdebatan kecil Rania dan William di ruang keluarga, Flower yang sudah berada di dalam kamarnya terlihat memegang kepalanya yang terasa sakit.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1