
Tanpa merasa berat atau pun kesusahan Malik terus menggendong Flower hingga sampai ke dalam kamarnya. Setibanya di dalam kamar, Malik dibuat terkejut saat Flower tiba-tiba saja melingkarkan kedua tangannya di lehernya dan akhirnya membuka kedua kelopak matanya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Malik pada Flower yang tengah tersenyum kepadanya.
"Emh, ya. Aku sudah bangun sejak kau dan aku berada di dalam lift tadi." Jawab Flower jujur karena tadi tidurnya merasa terganggu karena pergerakan Malik.
"Apa?" Malik terkejut namun tak berniat menurunkan Flower dari gendongannya.
"Kenapa kau terlihat tampan sekali jika sedang seperti ini?" Tanya Flower dengan tatapan berubah mendamba.
Malik mengerti arti tatapan istrinya itu. Ia pun dengan hati-hati menurunkan istrinya di atas ranjang.
"Tidurlah. Kau pasti masih mengantuk." Ucap Malik tak berniat menuruti keinginan istrinya kali ini.
Wajah Flower seketika berubah masam. "Kenapa kau memintaku untuk tidur? Kau lupa dengan perkataanku tadi sore. Kau juga sudah berjanji untuk itu." Gerutu Flower. Entah mengapa ia merasa suaminya tidak menginginkannya saat ini.
"Aku tidak lupa untuk itu. Tapi posisinya saat ini kita sedang berada di rumah orang tuamu." Malik berharap Flower dapat mengerti maksud hatinya saat ini.
__ADS_1
Flower masih saja berwajah masam. "Untuk apa kau takut? Kita berada di dalam kamar dan kedua orang tuaku tidak melihat apa yang kita lakukan." Ucap Flower lalu mengalihkan pandangannya dari Malik.
Malik menghela nafasnya melihat Flower yang kini mengalihkan wajah darinya. Jujur saja ia sedang tidak berniat melakukannya jika berada di rumah mertuanya karena ia takut jika tiba-tiba saja mertuanya datang untuk memanggil mereka.
"Baiklah, aku tahu kau sudah tidak menginginkanku lagi. Kau pasti lebih menginginkan wanita itu." Kedua bola mata Flower mulai berkaca-kaca. Padahalnia sudah sangat menginginkannya tapi suaminya justru menolaknya.
"Bukan seperti itu." Malik mulai frustrasi.
"Sudahlah. Sekarang lebih baik kau tidur di sofa saja. Aku tidak ingin tidur bersamamu!" Ketus Flower.
Agh, baiklah. Kini Malik merasa kalah dari istrinya perajuknya. Ia pun menghilangkan rasa tidak enaknya dan langsung saja melakukan hal yang diinginkan istrinya dengan melakukan pemanasan lebih dulu.
"Aghhh..." Mom Rania melebarkan kedua kelopak matanya karena suara itu semakin jelas terdengar oleh telinganya.
"Me-mereka..." Mom Rania terbata. Ponsel yang ada di tangannya pun nyaris terjatuh karena sangking terkejutnya. Mom Rania berusaha mengatur dirinya dari keterkejutannya. Ia pun memilih memundurkan langkahnya setelah merapatkan pintu Flower yang sedikit terbuka.
"Sayang?" Suara Dad William mengagetkan Mom Rania.
__ADS_1
"William?" Lirih Mom Rania saat melihat sosok suaminya.
"Kau sedang apa di depan kamar Flower?" Tanya William heran.
"A-aku..." Rania terbata karena masih merasa terkejut.
"Aku apa?" Tanya William dengan kening mengkerut.
"Aku hanya ingin memberikan ponsel Flower yang tertinggal di atas sofa." Ucap Mom Rania.
"Lalu kenapa kau tidak memberikannya juga?" Tanya Dad William merasa heran.
"Itu karena anak kita sedang tidak bisa diganggu." Jawab Mom Rania yang membuat Dad William semakin bingung mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.