
"Kau ingin kemana?" Malik menahan tangan Flower saat melihat istrinya itu hendak beranjak meninggalkannya.
"Aku ingin menunggu di taman rumah sakit saja." Jawab Flower seadanya.
Malik tak langsung menjawab dan memilih menatap wajah istrinya dengan intens. "Kenapa tidak menunggu di sini saja?" Tanya Malik setelah cukup membaca ekspresi wajah istrinya saat ini yang terlihat baik-baik saja.
"Karena aku tidak menginginkannya. Lagi pula tidak ada yang harus aku lakukan di sini lagi. Aku akan menunggumu selesai di taman rumah sakit saja." Jawab Flower.
Malik menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Sudahlah, ayo lepaskan tanganku!" Ucap Flower karena Malik masih memegang pergelangan tangannya.
Malih tak mengindahkannya justur membawa Flower duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan perawatan.
"Di sini saja. Sebentar lagi aku akan membawamu masuk ke dalam ruangan Nona Yura." Ucap Malik.
"Tapi—" Flower hendak protes namun tatapan tajam Malik mengurungkan niatnya.
"Bukankah kau ingin ikut bersamaku karena ingin melihat Nona Yura?" Tekan Malik.
__ADS_1
"Ya. Terserah kau saja. Kau sungguh menyebalkan." Rungut Flower dengan wajah masam lalu menatap ke arah lain.
Malik menghembuskan nafas lega. Kali ini ia cukup senang karena Flower mau mendengarkan perkataannya. Malik pun segera beranjak dari kursi tunggu dan kembali menghampiri Harry karena ada hal yang masih ingin mereka bicarakan.
Sedangkan Flower memilih memainkan ponselnya sambil menunggu Malik membawanya masuk ke dalam ruangan perawatan Yura.
Sepuluh menit kemudian, Mama Kyara dan Papa Gerry terlihat keluar dari dalam ruangan perawatan. Melihat keberadaan Flower di sana tentu saja membuat Mama Kyara dan Papa Gerry terkejut melihatnya.
"Flower..." sapa Mama Kyara setelah menghampiri Flower di kursi tunggu.
"Tante Kya?" Flower tersenyum menatap sosok Kyara yang sedang berdiri di hadapannya.
"Kau di sini, Nak?" Mama Kyara ikut tersenyum.
"Apa kau ingin melihat Yura sebelum persalinan?" Tanya Papa Gerry yang juga sudah berdiri di hadapan Flower.
"Benar, Om." Jawab Flower lalu turut menyalimi Papa Gerry.
"Kalau begitu masuklah. Sebentar lagi Yura akan melakukan tindakan operasi." Ucap Papa Gerry.
__ADS_1
Flower terdiam tak tahu harus menjawab apa. Ia pun mengalihkan pandangan pada Malik yang ternyata juga tengah menatapnya saat ini.
Mengerti maksud tatapan mata istrinya Malik pun mendekat pada Flower dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan perawatana.
*Huh, bagaimana ini? Apa aku harus ikut bersama Malik masuk ke dalam ruangan? *Tanya Flower dalam hati.
Karena tak memiliki pilihan lain terlebih saat ini Mama Kyara dan Papa Gerry tengah menatapnya dengan intens, Flower pun menuruti Malik untuk masuk ke dalam ruangan perawatan Yura.
"Flower?" Yura tersenyum menatap Flower yang baru saja masuk ke dalam ruangannya bersama Malik.
"Hai, Yura." Flower tersenyum kaku pada Yura.
Bunda Vara dan Ayah Rangga pun berpamitan untuk keluar untuk memberi ruang pada Flower dan Yura untuk berbicara. Tak lupa sebelum keluar Flower dan Malik menyalimi Bunda Vara dan Ayah Rangga.
"Flower, mendekatlah." Ucap Yura lembut menunjuk sebelah ranjangnya.
Flower menurutinya dengan melangkah ke samping ranjang.
"Aku senang karena kau datang untuk melihatku sebelum persalinan." Ucap Yura lembut pada Flower.
__ADS_1
"Emh, ya. Aku juga senang dapat melihatmu sebelum persalinan." Jawab Flower sedikit kaku karena kini Rey tengah menatap interaksi mereka dengan tatapan dingin.
***