
"Baik Mommy, Flower akan terus mengusahakannya. Flower ingin menjadi istri dan ibu yang baik seperti Mommy." Jawab Flower.
Mom Rania tersenyum mendengarnya. Percakapan di antara mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya Flower pun teringat tentang Emila. "Mommy, apa Mommy sudah mendengar kabar jika Emila sudah dikeluarkan dari penjara?" Tanya Flower.
Mom Rania mengangkat kedua bahunya. "Mommy tidak tahu. Lagi pula Daddymu tidak pernah menceritakannya kepada Mommy." Jawab Mom Rania apa adanya.
"Apa Mommy tidak pernah bertanya pada Daddy?" Tanya Flower.
Mom Rania menggeleng. "Mommy tidak ingin mempertanyakan hal yang tidak disukai oleh Daddymu." Jawabnya.
Flower terdiam. Ia mengerti maksud perkataan Mommynya saat ini dan tidak mau memaksa Mommynya untuk mencaritahu.
"Mommy, bisakah Mommy membantu Flow satu kali ini saja?" Pinta Flower penuh harap.
"Apa itu Flo?" Tanya Mom Rania dan Flower pun membisikkan sesuatu di telinga Mom Rania.
Mendengarkan permintaan dari putrinya membuat Mom Rania terdiam dan memikirkan apakah ia bisa membantu Flower atau tidak.
"Bagaimana, Mommy?" Tanya Flower karena Mom Rania hanya diam saja.
__ADS_1
"Baiklah, Mommy tidak akan memberitahukannya pada Daddymu." Jawab Mom Rania pada akhirnya.
Flower tersenyum lega mendengarnya. Akhirnya Mommynya mau membantunya dan rasa penasaran yang beberapa waktu belakangan ini ia rasakan dapat terjawab sudah.
*
Beberapa hari kemudian, Flower yang saat itu sedang berada di dalam kamarnya bersama Mom Rania nampak sedang membahas sebuah informasi yang baru Flower dapatkan dari seseorang yang sudah ia minta mencaritahu bagaimana keadaan Emila saat ini. Apa benar Emila sudah dikeluarkan dari penjara atau belum.
"Jadi bagaimana?" Tanya Mom Rania pada Flower.
"Mereka bilang jika Emila sudah dibebaskan tapi saat ini rumah Emila dan ibunya nampak kosong seperti tidak berpenghuni Mommy." Jawab Flower sambil membaca pesan masuk ke dalam ponselnya.
Flower mengangkat kedua bahunya. "Flow juga tidak tahu, Mommy. Apa mereka pindah ke rumah baru? Tapi apa itu mungkin?" Flower mulai menebak-nebak.
"Untuk memastikannya kita hanya bisa mempertanyakannya langsung pada Daddymu. Mommy yakin jika apa yang terjadi saat ini ada hubungannya dengan Daddymu." Ucap Mom Rania.
Flower mengangguk mengiyakannya. "Apa Mommy mau bertanya pada Daddy?" Tanyanya.
"Baiklah, untuk kali ini Mommy mau berusaha mempertanyakannya. Semoga saja Daddymu mau menjawabnya." Ucap Mom Rania.
__ADS_1
"Semoga saja." Jawab Flower penuh harap.
Saat malam harinya tiba, Flower, Mom Rania, Dad William dan Malik nampak sedang berkumpul di ruang tengah menikmati acara televisi yang sedang tayang saat ini. Flower yang duduk di sebelah Mom Rania pun menyenggol lengan Mommynya agar bertanya pada Daddynya tentang keberadaan Emila saat ini.
Mengerti kode yang diberikan oleh putrinya membuat Mom Rania berdehem hingga akhirnya membuat perhatian Dad William teralihkan ke Mom Rania.
"Ada apa?" Tanya Dad William.
Flower pun dengan sigap mengecilkan suara televisi agar bisa jelas mendengarkan percakapan kedua orang tuanya saat ini.
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu dan aku harap kau mau menjawabnya." Ucap Mom Rania dengan wajah serius.
"Apa yang ingin kau tanyakan? Apa tentang wanita itu?" Tanya Dad William dengan wajah datarnya seolah sudah tahu apa yang ingin ditanyakan oleh istrinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗