
Rania pun memilih menunggu Flower dan Malik keluar dari dalam ruangan di depan ruangan pemeriksaan. Ia harus memastikan jika putrinya itu baik-baik saja dan firasatnya beberapa waktu belakangan ini bukanlah nyata.
"Flower, Mom harap kau baik-baik saja, Nak." Ucap Rania sambil mempererat genggaman kedua tangannya.
Sementara Flower dan Malik yang berada di dalam ruangan pemeriksaan dibuat terdiam satu sama lain dengan perasaan tak menentu saat dokter mengatakan jika Flower saat ini mengalami stress berat dan bisa berakibat buruk pada kandungannya. Terbukti saat ini tumbuh kembang janin Flower sedikit terhambat bahkan dokter mengatakan jika bayi mereka bisa terlahir prematur jika Flower tidak bisa mengendalikan emosi di dalam dirinya.
"Nona Flower bisa mengendalikan stress yang ia rasakan saat ini dengan menenangkan dirinya lebih dulu." Saran dokter.
Flower menganggukkan kepalanya. Sedangkan Malik sedang berkecamuk dengan pemikirannya sendiri merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi pada Flower dan janinnya saat ini.
Maafkan aku. Malik hanya bisa berkata dalam hati sambil menggenggam erat tangan Flower.
Flower mengelus tangan Malik yang sedang menggenggam tangannya seolah memberi isyarat jika semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
Dokter pun melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan USG pada kandungan Flower karena saat ini mereka sudah dapat melihat jenis kelamin janin Flower.
"Lihatlah, Nona, Tuan, anak Tuan dan Nona berjenis kelamin perempuan." Ucap Dokter sambil menatap layar monitor.
Malik dan Flower pun sontak menatap pada layar monitor. Rasa haru kini menyeruak di dalam dada Flower dan Malik mengetahui jenis kelamin anak mereka sesuai dengan apa yang Flower harapkan.
"Wah, sepertinya Baby sangat mewarisi wajah Daddynya, ya. Lihatlah hidung dan bibirnya sangat mirip dengan Tuan Malik." Ucap Dokter sambil menunjukkan bentuk bagian tubuh janin Flower yang ia maksud di layar monitor.
Glek
Dokter yang mendengarkannya pun tersenyum mendengarnya. Sedangkan Malik memasang wajah datarnya mendengar istrinya menolak kenyataan yang ada jika anak mereka sangat mirip dengannya.
"Memangnya kenapa jika anak kita mirip denganku? Dia terlihat sangat cantik jika mirip denganku." Ucap Malik angkat suara.
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak ingin karena aku takut nanti wajahnya sedatar wajahmu saat ini." Ucap Flower mengeluarkan isi hati dan pemikirannya.
Malik menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa istrinya itu dengan terang-terangan mengatakan hal seperti itu di depan dokter. Dokter yang mendengarkan jawaban Flower pun hanya bisa tertawa kecil karena ia paham apa yang dimaksud Flower saat ini.
"Tidak masalah mau mirip siapa saja asalkan bayinya terlahir sehat dan sempurna." Ucap Dokter lembut menengahi pembicaraan Flower dan Malik.
"Kau dengar itu?" Tanya Malik.
"Aku tidak dengar. Aku ingin bayiku cantik seperti diriku bukan datar seperti dirimu." Flower masih saja menunjukkan raut wajah kekesalannya. Namun di dalam hatinya ia merasa bahagia karena bayinya berjenis kelamin perempuan.
Akhirnya perdebatan kecil Malik dan Flower pun berakhir saat Dokter meminta Flower untuk turun dari atas ranjang karena pemeriksaan sudah selesai dilakukan.
"Saya sudah meresepkan vitamin dan beberapa obat yang dapat membantu menguatkan kandungan Nona Flower. Silahkan ditebus di bagian farmasi, Tuan." Ucapnya sambil menyerahkan sebuah kertas pada Malik.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗