
Melihat istrinya yang menangis dengan keras layaknya seorang anak kecil yang diambil mainannya, Malik pun menggunakan akal sehatnya untuk mendekati Flower dan memeluknya untuk menenangkannya. Namun bukannya merasa tenang justru istrinya itu semakin menangis dengan keras.
"Sebenarnya ada apa denganmu, Flow?" Tanya Malik bingung dengan wajah yang mulai terlihat frustrasi.
Flower tak menjawabnya justru memukul-mukul dada bidang Malik. Walau merasa sakit pada bagian dadanya karena pukulan istrinya namun tak membuat Malik memilih menghentikan tindakan Flower justru membiarkannya. Menurut Malik biarkan saja istrinya itu melakukan apa yang diinginkannya asal itu bisa membuat istrinya itu tenang.
Dan benar saja, setelah memukul-mukul dada bidang Malik membuat Flower sedikit tenang dan tangisannya pun mulai mereda begitu pula dengan pukulannya di dada bidang Malik.
"Maafkan aku karena sudah membuatmu kesal, ya. Aku berjanji setelah ini akan lebih peka dengan apa yang kau mau." Ucap Malik lembut sambil memeluk tubuh istrinya.
Bukannya merasa senang atau terharu mendengar perkataan Malik, Flower justru merasa mual.
"Hoek." Ia memberontak ingin dilepaskan dalam pelukan Malik lalu berlari ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
Malik pun segera beranjang dari atas ranjang dan menyusul istirnya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Berhenti di sana!" Titah Flowes sambil memberikan tanda stop lewat gerakan tangannya pada Malik.
Malik menghentikan pergerakannya. Menuruti keinginan Flower yang tidak ingin ia dekat dengannya.
"Pergilah dari kamar ini, kau sungguh bau!" Usirnya.
Glek
Malik menelan salivanya susah payah. Belum sampai setengah jam istrinya menangis karena merindukan dirinya kini istrinya sudah kembali mengusirnya dengan alasan tubuhnha bau.
Mau tidak mau Malik pun menuruti keinginan istrinya untuk pergi dari hadapannya. Malik pergi dari dalam kamar mandi namun tidak pergi meninggalkan kamar. Ia memilih tetap berada di dalam kamar untuk meyakinkan dirinya jika istrinya akan baik-baik saja.
*
Suasana hati Flower yang sering berubah-ubah membuat Malik semakin bingung dengan bertambahnya usia kandungan Flower. Istrinya itu bisa tiba-tiba menangis tanpa sebab, mengusirnya dengan alasan bau bahkan sampai menuduhnya yang bukan-bukan.
__ADS_1
Bu Venna yang mengetahui apa yang terjadi pada anaknya saat ini pun mencoba memberikan pengertian pada Malik. "Apa yang dirasakan Flower saat ini adalah hal yang wajah dialami oleh seorang ibu hamil. Ibu dulu juga begitu saat hamil dirimu. Ibu sering merasa kesal pada ayahmu bahkan sering menuduh ayahmu yang bukan-bukan. Dan bukan itu saja, setiap bangun dari tidur Ibu sering menangis karena mengira ayahmu tak lagi menyayangi Ibu." Cerita Bu Venna.
Malik menghela nafasnya. Sepertinya ia sudah paham kenapa istrinya bisa berubah seperti saat ini sekarang. "Apa maksud Ibu anak yang Flower kandung saat ini adalah laki-laki sehingga dia tidak mau berdekatan denganku seperti saat hamil Baby dulu?" Tanya Malik.
"Mungkin saja. Tapi tidak menutup kemungkinan jika bayi kalian berjenis kelamin perempuan." Jawab Bu Venna seraya tersenyum dan mengusap lengan putranya lembut.
Malik menganggukkan kepalanya. Dari setiap pesan yang masuk ke telinganya ia hanya bisa menangkap jika semua orang memintanya untuk sabar menghadapi mood istrinya yang berubah-ubah.
"Ibu tahu kau adalah pria yang kuat terkena amukan dari istrimu." Ucap Bu Venna entah bermaksud menguatkan atau mengejek nasib putranya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗