
Malik melangkah ke arah kamar mandi meninggalkan Flower di atas ranjang yang masih terkejut atas apa yang terjadi. Bukannya ingin membiarkan Flower kalut atas apa yang terjadi sendirian, hanya saja Malik ingat jika tiga jam lagi mereka sudah harus berangkat ke ibu kota dan saat ini ia sudah harus bersiap-siap.
Sedangkan Flower yang ditinggal begitu saja oleh Malik hanya bisa menangis dan merutuki tindakan bodohnya tadi malam. "Ini semua karna pria sialan itu! Jika dia tida memintaku untuk minum, ini semua tidak akan terjadi!" Flower tak henti merutuki pria bernama Zaki yang menjadi penyebab awal mula petaka antara dirinya dan Malik.
Setelah merasa penyesalannya tiada guna, Flower pun segera turun dari atas ranjang sambil menahan rasa sakit pada bagian intinya. "Aku benar-benar sudah..." Flower tak sanggup melanjutkan perkataannya. Ia memilih mengambil gaunnya yang berserakan di atas lantai lalu memakainya.
Ditatapnya penampilan tubuhnya di depan cermin yang terlihat sangat berantakan dan menyedihkan. Flower tak langsung pergi dari kamar Malik. Ia memilih menunggu Malik keluar dari dalam kamar mandi untuk berbicara empat mata dengan pria itu sebelum kembali ke kamarnya.
Lima belas menit berlalu, Malik telah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan rambut yang nampak basah.
"Aku ingin berbicara padamu." Ucap Flower sedikit ketus.
Malik memilih diam membiarkan Flower berbicara.
__ADS_1
"Lupakan apa yang telah terjadi." Ucap Flower kemudian yang berhasil membuat Malik tertegun.
"Anggap saja di antara kita tidak pernah terjadi apa-apa. Kau dan aku tetaplah dua orang yang saling bermusuhan dan tidak mungkin melakukan hal di luar batas." Tekan Flower sambil menatap tajam Malik. Ia ingin menegaskan pada Malik jika apa yang terjadi tadi malam pada mereka di luar kehendaknya bahkan ia merasa jijik melakukannya dengan Malik.
Malik masih memilih diam membiarkan Flower terus berbicara dengan sesuka hatinya.
"Kau tahu, aku sangat membencimu!" Gerutu Flower kemudian dengan wajah yang nampak kesal. Kesal karena Malik hanya memasang wajah datar dan tidak membalas perkataannya. Rasanya ia hanya berbicara seorang diri saat ini. Atau lebih tepatnya dengan benda mati yang tidak mungkin membalas ucapannya.
Brak
Suara pintu yang tertutup cukup kuat dari luar tak membuat Malik terkejut bahkan berpindah dari posisinya. Pria itu hanya menatap datar pintu kamarnya yang telah tertutup.
"Sialan!" Di luar kamar Flower terdengar mengumpat saat melihat nomer kamar Malik. "Bagaimana aku bisa salah masuk kamar! Kamar ini nomer 306 bukan 309!" Flower kembali dibuat kesal karena telah masuk kamar hingga membuatnya kehilangan sesuatu yang sudah dijaganya selama ini.
__ADS_1
Tersadar jika posisinya saat ini berada di lorong kamar hotel dan mungkin saja ada orang yang melihat dirinya keluar dari dalam kamar Malik, Flower pun segera beranjak menuju kamarnya dengan langkah tertatih dan menahan rasa sakit yang teramat di pangkal pahanya.
Brak
Kali ini pintu terdengar tertutup cukup keras dari dalam kamar Flower. "Hah, apa-apaan ini... sungguh memalukan...!!" Flower kembali berteriak histeris setelah masuk ke dalam kamarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1