
"Sepertinya begitu." Balas William juga ikut berbisik pada istrinya.
"Sudahlah, lebih baik kita kembali ke sana sebelum Flower benar-benar menelannya hidup-hidup." Ajak Rania.
William dengan cepat menggeleng. "Biarkan saja rencana kita malam ini berjalan dengan semestinya. Mungkin saja setelah cukup lama berbincang bersama kedekatan di antara mereka bisa terjalin dengan baik." Jawab William.
"Tapi Sayang. Apa kau tidak lihat mereka? Aku yakin semua rencanamu pasti gagal." Tekan Rania.
"Walau pun gagal setidaknya kita telah berjuang. Sekarang ayo kita pergi dari sini." Ajak William menarik tangan Rania keluar dari restoran dari pintu samping.
Rania yang hendak menolak pun mengurungkan niatnya karena kini tangannya sudah ditarik oleh William keluar dari dalam restoran.
Setengah jam berlalu, Flower sudah mulai gelisah karena Mommy dan Daddynya tak kunjung kembali ke meja mereka. "Mommy, Daddy, kenapa kalian lama sekali berada di dalam kamar mandi!" Gerutu Flower namun hanya dalam hati.
Flower pun menatap ke arah toilet berada namun tak kunjung melihat tanda-tanda kedua orang tuanya akan keluar dari sana.
__ADS_1
"Flow, kenapa kau terlihat gelisah seperti itu sejak tadi?" Tanya Zaki yang sejak tadi memperhatikan Flower tidak bisa duduk dengan tenang di posisinya.
"Itu karena aku tidak nyaman duduk di sini bersamamu." Jawab Flower apa adanya tanpa menatap pada Zaki.
Zaki yang mendengarkan jawaban Flower hanya bisa menghela nafas dan mencoba tetap tersenyum. Menurutnya kali ini ia harus berusaha lebih kuat lagi untuk mendapatkan wanita seperti Flower yang sangat sulit menaruh rasa ketertarikan padanya. Berbeda dengan banyak wanita yang sudah berkencan dengannya selama ini.
Lagi pula kini jalannya untuk mendekati Flower sudah mulai terbuka karena kedua orang tua mereka sudah berniat untuk mendekatkan mereka walau tanpa ada kata perjodohan di dalamnya. Seperti saat ini, Zaki sudah mengetahui jika kedua orang tua Flower dan Papanya sedang pergi meninggalkan mereka karena ingin mereka saling menjalin kedekatan satu sama lain.
"Flow, kau ingin kemana?" Tanya Zaki saat Flower tiba-tiba saja bangkit dari duduknya.
"Bukankah Om dan Tante sedang berada di dalam kamar mandi? Lalu untuk apa ku mencarinya?" Tanya Zaki pura-pura bingung.
"Apa kau tidak berpikir panjang untuk apa Mom dan Daddyku berada di dalam kamar mandi sudah hampir satu jam seperti ini?" Ketus Flower.
Zakin pun memilih diam karena ia tidak tahu lagi harus bagaimana menjawab perkataan Flower.
__ADS_1
"Huh, sungguh menyebalkan." Rungut Flower lalu melangkah ke arah kamar mandi. Zaki tak tinggal diam, ia pun ikut menyusul Flower menuju kamar mandi berada.
Sesampainya di depan kamar mandi, Flower segera masuk ke dalam kamar mandi khusus wanita untuk mencari keberadaan Mommynya.
"Tidak ada." Gumamnya setelah melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Mommynya di dalam kamar mandi. "Jangan bilang jika Mom dan Daddy sedang mengerjaiku saat ini?" Gerutu Flower lalu keluar dari dalam kamar mandi.
"Bagaimana, Flow?" Tanya Zaki.
"Tidak ada. Sepertinya Mom dan Dad meninggalkan aku di sini." Ucap Flower dengan wajah masam.
Mendengar perkataan Flower membuat Zaki tersenyum menyeringai. Kini ia sudah mendapatkan kesempatan untuk semakin dekat dengan Flower dengan mengantarkannya pulang.
****
Setuju Flow dengan Zaki?
__ADS_1