One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Asal kau bahagia


__ADS_3

Akhirnya Flower pun makan di tempat yang ditentukan oleh Malik. Ia tidak menolak setiap makan yang dipesan oleh Malik karena ia tahu Malik pasti memesan makanan yang terbaik untuk dirinya dan Baby.


"Kau tidak makan?" Tanya Flower karena Malik hanya fokus menatapnya yang sedang makan tanpa berniat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ya. Sebentar lagi." Jawab Malik tanpa mengalihkan pandangannya dari Flower.


"Apa kau sudah merasa kenyang dengan hanya menatapku saja?" Tanya Flower.


Malik mengangguk mengiyakannya. Melihat itu membuat Flower menggelengkan cepat kepalanya.


"Makanlah karena kau tidak akan kenyang jika hanya menatapku saja." Ucap Flower.


"Baiklah." Jawab Malik tak ingin membuat istrinya kembali terganggu karena sikapnya.


Flower tersenyum lalu melanjutkan memakan makanannya kembali. Setelah menghabiskan waktu tiga puluh lima menit di tempat makan, akhirnya Malik dan Flower pun melanjutkan tujuan mereka yang ingin mencari perlengkapan untuk bayi mereka.


"Malik, Mommy bilang kalau Mommy mau membelikan stroller untuk Baby." Ucap Flower saat mereka sudah masuk ke dalam toko khusus perlengkapan bayi.


"Kapan Mommy bilang?" Tanya Malik. Karena ia rasa saat bertemu dengan Mom Rania ia tidak pernah berkata demikian.

__ADS_1


"Mommy tidak bilang tapi Mommy mengirimkan pesan padaku seperti itu." Ucap Flower lalu menunjukkan ponselnya pada Malik. Memperlihatkan pesan yang dikirimkan Mom Rania padanya.


"Kau bilang jika kita ingin membeli perlengkapan bayi lagi?" Tanya Malik sambil mengusap kepala istrinya.


Flower menganggukkan kepalanya. "Akhir-akhir ini Mommy selalu mempertanyakan apa saja kegiatanku. Mommy sangat perhatian sekali sejak kehamilanku semakin membesar." Jawab Flower.


"Tentu saja Mom sangat perhatian kepadamu karena kau adalah anaknya dan anak sematawayangnya." Ucap Malik.


Flower tersenyum mendengarnya. "Sejak kecil Mom dan Daddy selalu menyayangiku." Ucap Flower.


"Ibu juga menyayangiku sejak kecil." Balas Malik.


"Baiklah." Jawab Malik lalu melangkah bersama Flower.


Beraneka macam perlengkapan bayi yang terlihat menggemaskan di mata Flower membuat calon ibu itu kalap hingga mengambil begitu banyak perlengkapan bayi. Beberapa dari perlengkapan bayi itu bahkan sudah dibelinya dengan Malik sebelumnya.


"Kenapa diambil lagi? Bukankah celananya sudah banyak di rumah?" Tanya Malik menatap celana leging khusus bayi yang baru di ambil Flower.


"Warnanya berbeda. Baby belum memiliki warna yang ini." Kilah Flower.

__ADS_1


Malik tersenyum saja melihat sikap istrinya itu. Ia membiarkan Flower mengambil apa saja yang diinginkannya karena menurutnya Flower pasti tahu apa yang terbaik untuk putrinya nanti.


"Malik, apa kau keberatan jika aku mengambil banyak barang?" Tanya Flower menatap banyaknya pakaian bayi yang baru saja ia ambil.


"Tidak. Ambil saja asal tidak berlebihan." Jawab Malik.


Flower tersenyum mendengarnya. Ia pun terus melangkah diikuti Malik di belakangnya. Matanya sibuk mencari perlengkapan apa saja yang belum ada untuk kebutuhan Babynya nantinya.


"Malik, sepertinya sudah cukup. Jika ada yang kurang aku bisa mencarinya nanti bersama Mommy." Ucap Flower setelah beberapa saat berlalu.


"Baiklah. Ayo kita bayar." Ajak Malik.


Flower tersenyum kaku mendengarnya. Tidak dapat ia bayangkan berapa banyak uang yang Malik keluarkan nanti untuk membayar banyaknya perlengkapan bayi yang ia ambil termasuk box bayi yang tadi sudah ia pesan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2