One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kau selalu cantik


__ADS_3

Beberapa menit menunggu akhirnya Flower keluar dari dalam kamar dengan menggunakan dress bewarna pastel yang terlihat cukup longgar di tubuhnya. Itu adalah Dress yang baru saja dibelikan Malik untuk Flower beberapa hari yang lalu.


"Aku sudah siap, ayo kita pergi." Ajak Flower begitu semangat.


"Ayo." Balas Malik lalu mempersilahkan Flower melangkah lebih dulu.


Flower pun melangkah dengan begitu bersemangat hingga akhirnya masuk ke dalam mobil Malik. Saat ini ia sungguh senang karena kehendaknya dituruti oleh Malik dan sebentar lagi ia akan berada di perusahaan Bagaskara. Flower pun sudah tidak sabar untuk memperlihatkan perut buncitnya pada Liza yang hampir saja ia lupakan sebagai pelakor di tempat suaminya bekerja.


"Malik, apa aku sudah terlihat cantik?" Tanya Flower setelah memoleskan lipstik di bibir mungilnya. Kali ini Flower memilih memoles lipstik bewarna pink soft bukan lagi warna merah seperti beberapa waktu lalu.


"Sudah. Kau selalu cantik." Jawab Malik datar namun dapat membuat Flower berbunga-bunga mendengarnya.


Anggap saja itu adalah jawaban dari pria yang mencintaimu Flow. Ucap Flower dalam hati.


Malik pun segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Bagaskara. Untung saja Flower tidak terlalu lama bersiap-siap hingga ia tidak sampai terlambat tiba di perusahaan Bagaskara.

__ADS_1


Rasa senang yang tadi Flower rasakan kini berubah rasa gugup saat kakinya melangkah memasuki gedung perusahaan Bagaskara. Terlebih saat ini banyak mata yang tengah menatap padanya dan juga Malik. Walau pun merasa gugup tapi Flower bisa mengontrol dirinya untuk tetap bersikap tenang melangkah bersama Malik.


Bisik-bisik karyawan yang membicarakan perut buncitnya saat ini yang terdengar oleh telinga Flower diacuhkan olehnya begitu saja. Malik yang mengerti kondisi di sekitarnya saat ini segera menggenggam tangan Flower dan membawanya menuju lift.


"Malik, kau dengar apa yang mereka katakan tadi?" Tanya Flower setelah berada di dalam lift.


"Aku tidak dengar." Jawab Malik berbohong.


Flower mengerucutkan bibirnya. Sungguh ia merasa suaminya itu sangat menyebalkan saat ini.


"Dua jam lagi aku akan melakukan rapat bersama Tuan Rey." Ucap Malik mengingat jadwalnya hari ini.


"Bagaimana dengamu? Apa tak apa aku meninggalkanmu dalam waktu beberapa jama?" Tanya Malik. Ia takut istrinya itu merasa bosan nantinya.


"Emh, tak apa. Aku bisa tidur sambil menunggumu." Jawab Flower.

__ADS_1


Malik menatap wajah istrinya sejenak. Sungguh istrinya itu terlihat semakin menggemaskan dengan bertambahnya usia kandungannya. Entahlah hanya perasaan Malik saja atau memang kenyataannya.


Setibanya di lantai teratas perusahaan, Flower segera menggandeng tangan Malik saat melihat Liza telah duduk di kursi kerjanya. Melihat kedatang Flower kembali di perusahaan tentu saja membuat Liza merasa kesal dalam hati karena ada pengganggu di antar dirinya dan Malik hari ini.


"Selamat pagi Tuan Malik, Nona Flower." Sapanya saat Malik sudah berada di depan meja kerjanya.


"Selamat pagi sekretaris Liza." Flower tersenyum terpaksa pada Liza. Tangannya masih setia menggandeng Malik seolah ingin menunjukkan jika Malik adalah miliknya.


"Apa Tuan Rey sudah memberikan laporan kemarin padamu?" Tanya Malik.


Liza mengangguk lalu menyerahkannya pada Malik. Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan Malik pun mengajak Flower langsung menuju ruangan kerjanya.


Sambil melangkah menuju ruangan Malik Flower memutar kepalanya untuk melihat Liza kembali dan tak lupa menjulurkan lidahnya pada Liza.


Rasakan. Suamiku adalah milikku dan kau harus tau itu. Ucap Flower dalam hati.

__ADS_1


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2