One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Maafkan aku, Daddy


__ADS_3

Malik dan Mom Rania pun sontak menatap ke arah Dad William yang sedang melangkah ke arah mereka saat ini. Melihat Daddynya semakin dekat dengannya membuat Flower menundukkan pandangannya. Ia merasa takut melihat kembali tatapan kekecewaan Daddynya seperti yang ia lihat beberapa bulan lalu.


"Ini." Dad William menyerahkan rantang yang dibawanya pada Mom Rania.


Mom Rania menerimanya sambil menatap Dad William yang tidak mengalihkan pandangannya dari Flower.


"Daddy..." Malik mengulurkan tangannya pada Dad William dan disambut dengan cepat oleh Dad William. "Bagaimana keadaan Daddy? Apa baik-baik saja?" Tanya Malik sekedar basa-basi.


Dad William menganggukkan kepalanya. "Ya, Daddy baik-baik saja seperti yang kau lihat saat ini." Jawab Dad William.


Malik mengangguk lalu meminta Dad William untuk duduk lebih dulu namun Dad William menolaknya. Pandangan Dad William terus tertuju pada putrinya yang masih saja tertunduk menatap pada makanannya.


"Flower." Dad William memanggil nama putri kesayangannya dengan lembut. Mendengar suara yang sudah lama tidak memanggil namanya itu tentu saja membuat mata Flower berkaca-kaca namun sebisa mungkin Flower masih menundukkan pandangannya agar Dad William tidak melihat ekspresi sedihnya saat ini.

__ADS_1


"Apa kau tidak merindukan Daddy?" Tanya William kemudian dan berhasil membuat Flower mengangkat kepalanya yang tertunduk.


"Da-ddy..." Flower tak bisa membendung air matanya hingga jatuh begitu saja membasahi kedua pipinya.


Dad William pun turut berkaca-kaca menatap wajah putrinya yang kini sudah basah oleh air mata.


"Bangkitlah, Mom tau kau sangat merindukan Daddymu." Ucap Mom Rania lembut sambil mengusap lengan Flower.


Malik pun dengan segera membantu Flower bangkit dari duduknya. Setelahnya Flower melangkah ke arah Daddynya dengan air mata yang masih mengalir membasahi kedua pipinya.


"Daddy... hiks..." Flower langsung saja mendekap erat tubuh Daddynya tanpa perduli perutnya yang kini terjepit karena ulahnya.


Dad William pun membalas pelukan Flower tidak terlalu erat karena sadar kini ada cucunya yang terhimpit karena ulah mereka. Bulir air mata tanpa sadar jatuh membasahi pipi Dad William karena melihat perut Flower yang sudah semakin membuncit dari terakhir mereka bertatap muka bahkan kini Dad William dapat merasakan tendangan dari dalam perut Flower.

__ADS_1


"Flow sangat merindukan Daddy... maafkan Flow karena sudah sangat mengecewakan Daddy..." ucap Flower terbata di dalam pelukan Dad William.


Dad William mengusap-usap rambut putrinya guna menenangkan Flower yang sedang terisak.


"Daddy juga sangat meridukanmu." Jawab Dad William tanpa perduli dengan gengsinya saat ini karena ada Malik di dekat mereka.


"Hiks..." Flower masih saja menangis di dalam pelukan Dad William tanpa berkata-kata kembali. Rasa rindu dan kesedihannya yang sangat dalam membuatnya tak dapat berkata-kata dan hanya bisa menyalurkan rasa sedihnya lewat tangisannya saat ini.


Mom Rania pun sudah tak kuasa menahan rasa sedihnya dan memilih bangkit dari duduknya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Mom Rania segera ikut memeluk anak dan suaminya itu.


Orang tua dan anak yang sudah jarang bersama itu nampak menyalurkan kesedihan mereka masing-masing lewat tangisannya. Mereka bahkan tidak perduli jika saat ini tengah berada di tempat umum dan tengah menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitar mereka.


***

__ADS_1


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2