One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Pemilik restoran


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Tanpa rasa ragu Flower mengetuk pintu ruangan maneger restoran. Cukup lama menunggu di depan pintu ruangan akhirnya terdengar sahutan dari dalam yang memintanya untuk masuk. Flower pun dengan segera membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan.


Seorang pria muda yang nampak tampan dan gagah terlihat menatap bingung pada sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Maaf sudah mengganggu waktu anda, Tuan." Ucap Flower merasa sungkan karena melihat pria itu sedang bekerja terlihat dari dokumen yang ada di depannya saat ini.


"Tidak masalah, Nona. Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya. Ia cukup merasa bingung ada apa wanita hamil di depannya saat ini datang menemuinya saat ini. Apa ingin komplain dengan rasa menu di restoran? Pikirnya. Agh, tapi rasanya tidak mungkin karena tim mereka selalu berupaya memberikan makanan dengan kualitas terbaik pada konsumennya.


"Ya, saya sedang membutuhkan bantuan anda, Tuan." Flower memasang wajah tersenyum hingga membuat pria di depannya sedikit terpesona.

__ADS_1


"Ayo silahkan duduk dulu, Nona." Hampir saja pria itu kehilangan akal sehatnya dengan tidak mempersilahkan Flower yang sedang hamil itu untuk duduk.


"Terima kasih." Ucap Flower lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan pria itu. "Sebelumnya perkenalkan nama saya Flower." Ucap Flower sambil mengulurkan tangan pada pria itu.


Pria itu menyambut uluran tangan Flower. "Saya Frans." Jawabnya.


Flower menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Jadi ada hal apa yang bisa saya bantu, Nona?" Tanyanya kembali pada pembicaraan awal mereka.


"Maaf, sebelumnya apa nama perusahaan Daddy anda, Nona?" Tanyanya merasa tertarik dengan apa yang Flower katakan.


Dan benar saja upaya Flower menarik perhatian pria itu terbukti saat ini pria itu terlihat tertarik dengan pembicaraan mereka.


"Arnold." Jawab Flower singkat namun dapat membuat pria di depannya itu terbelalak dibuatnya.

__ADS_1


Pria itu tahu betul siapa pemilik perusahaan Arnold dan pengaruhnya pada kota ini. Terlebih dari itu, Frans juga mengetahui apa keuntungan yang bisa mereka dapat jika berhasil mendapatkan kerja sama dari Nona do depannya saat ini.


"Jadi hal apa lagi yang bisa saya bantu sebelum kita melanjutkan pembahasan kerja sama, Nona?" Tanyanya.


"Hanya hal kecil itu saja. Saya hanya ingin mengetahui siapa pemilik restoran ini." Jawab Flower.


Pria itu terdiam dan berfikir. Rasanya tidak masalah bukan jika dirinya memberitahu siapa pemilik restoran pada wanita yang jelas asal usulnya saat ini? Pikirnya.


Flower pun diam menatap pria di depannya dengan rasa tak sabar karena pria di depannya saat ini sangat lama memberitahu siapa pemilik restoran.


"Tuan Bryan Malik, Nona." Jawabnya kemudian.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2