
Malik hanya bisa tersenyum menatap Flower yang kini sudah tertidur pulas di dalam pelukannya setelah kelelahan memenuhi has-ratnya yang tadi sangat menggebu-gebu. Antara perasaan senang dan khawatir kini Malik rasakan setelah percintaan mereka berakhir. Senang karena apa yang diinginkannya dapat terwujud dan khawatir karena takut aktivitas mereka tadi berefek buruk pada kandungan Flower.
Karena rasa khawatirnya terasa semakin besar, Malik pun memutuskan besok akan membawa Flower ke dokter kandungan untuk mengecek kesehatan janin Flower. Tentu saja harapan Malik kandungan Flower baik-baik saja begitu pula dengan keadaan tubuh Flower.
"Terima kasih telah mau bersama denganku sejauh ini." Ucap Malik sambil mengusap rambut istrinya. Tidak pernah Malik bayangkan sebelumnya jika Flower akan bertahan dengannya sampai sejauh ini. Ia pikir jika mendidik wanita arogan dan sombong seperti Flower akan membutuhkan waktu cukup lama. Ternyata dugaannya salah, hanya dalam waktu beberapa bulan saja Flower sudah banyak berubah bahkan dengan suka rela menerima kehidupan sederhana yang Malik berikan kepadanya sejak awal mereka menikah.
Malik memilih tak ikut tidur bersama Flower karena ia ingin memesan makanan dan ingin membersihkan tubuhnya sambil menunggu Flower terjaga dari tidurnya. Malik mengecup kening Flower lebih dulu sebelum akhirnya beranjak meninggalkan istrinya yang sedang tertidur di atas ranjang.
Satu jam berlalu, Flower nampak terjaga dari tidurnya. Ditatapnya ke sekitar kamar karena tidak melihat keberadaan suaminya dimana-mana.
"Dimana Malik?" Tanya Flower setelah bangkit dari duduknya. Perasaan takut pun tiba-tiba saja menghampiri Flower karena berpikir Malik akan meninggalkannya saat ini setelah apa yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
"Malik?" Flower memanggil-manggil nama suaminya itu. Ia bahkan turun dari ranjang untuk mencari keberadaan Malik. Perasaan takut pun semakin menghantui Flower setelah mencari ke kamar mandi dan ke setiap sudut ruangan tidak kunjung melihat keberadaan Malik.
"Hiks... dimana Malik?" Tanya Flower yang sudah menangis. Ia benar-benar merasa takut jika Malik akan meninggalkannya mengingat saat ini ada dua sosok wanita yang sangat menginginkan suaminya itu.
Ceklek
Suara pintu yang terbuka dari luar membuat Flower menoleh ke sumber suara. Malik terlihat muncul dari balik pintu sambil membawa kantong berisi makanan di tangannya.
"Hey, ada apa denganmu?" Malik dibuat cemas melihat istrinya yang sedang menangis dan tubuhnya hanya terlilit oleh handuk.
"Kau dari mana saja?" Tanya Flower sambil menangis semakin keras.
__ADS_1
"Aku baru saja mengambil pesanan makanan di lobby." Jawab Malik. "Sekarang ayo katakan kenapa kau menangis?" Tanya Malik.
"A-aku..." Flower langsung memeluk tubuh Malik tanpa perduli Malik tengah memegang plastik di tangannya. "Aku takut kau pergi meninggalkanku." Jawab Flower pada akhirnya.
Kening Malik dibuat mengkerut mendengarnya. "Apa maksudmu? Kenapa kau berpikir aku akan meninggalkanmu?" Tanya Malik.
Flower pun menjelaskan maksud perkataannya dan kekhawatiran yang ia rasakan saat ini. Mendengar penjelasan istrinya tentu saja membuat Malik merasa bersalah karena tidak bisa meyakinkan istrinya jika ia tidak akan pergi meninggalkannya.
"Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dan anak kita. Buang segala pemikiran burukmu itu. Sebanyak apa pun wanita cantik di luar sana tidak akan membuatku berpaling darimu." Ucap Malik menenangkan Flower.
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗