
"Mbak Arini." Wajah Emila berubah manis menatap pada Arini.
Arini menatap Flower sejenak lalu menatap pada Emila. "Ada apa ini, Mila? Kenapa kau membuat keributan siang-siang begini." Tanya Arini.
Emila sekita langsung menatap pada Flower. "Itu karena wanita ini, Nona. Dia datang untuk membuat keributan di sini." Adu Emila.
"Maksudmu?" Arini melebarkan kedua kelopak matanya pada Emila. Ia merasa terkejut bagaimana bisa Emila mengatakan jika anak pemilik perusahaan membuat keributan di perusahaannya sendiri.
"Dia—" perkataan Emila terputus saat Flower melangkah meninggalkannya begitu saja. "Hei, mau kemana kau?" Tanya Emila sedikit berteriak pada Flower. Namun bukannya menjawab Flower justru melangkah meninggalkan Emila begitu saja.
Emila pun berniat mengejar Flower namun Arini dengan cepat menghentikannya. "Kau ingin kemana?" Tanya Arini.
"Saya ingin—" perkataan Emila terputus karena Arini memotongnya.
"Jangan mengejarnya. Biar saya yang mengurusnya." Ucap Arini tegas. Ia bermaksud mengejar Flower dan mempertanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi.
Emila menganggukkan kepalanya. Ia yakin jika Arini bisa mengatasi Flower dan membuat Flower malu dengan kedatangannya ke perusahaan Arnold saat ini.
"Emila, apa benar wanita tadi yang kau maksud pelakor waktu itu?" Tanya rekan kerja Emila yang sejak tadi hanya diam.
__ADS_1
Emila menganggukkan kepalanya. "Aku merasa penasaran untuk apa dia datang ke sini. Aku yakin dia ingin mencari mangsa baru di sini." Jawab Emil.
"Kau jangan berkata sembarangan Emila." Wanita itu nampak tidak suka mendengar Emila menjelekkan orang lain tanpa ada buktinya.
"Sudahlah, ayo kembali bekerja." Ajak Emila.
Wanita itu mengangguk saja lalu melangkah ke arah meja kerja mereka berada.
Arini yang sudah berada di luar perusahaan pun segera mengejar Flower yang tengah berjalan ke arah pos satpam berada.
"Nona Flower tunggu!" Teriak Arini hingga membuat langkah Flower terhenti.
"Ada apa Arini?" Tanya Flower merasa malas.
"Maaf, Nona. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Emila menuduh Nona membuat keributan di perusahaan?" Tanya Arini.
"Seharusnya aku yang bertanya lebih dulu kenapa dia ada di perusahaan ini?" Tanya Flower.
"Oh itu..." Arini mengatur nafasnya yang naik turun lebih dulu. Flower pun diam menunggu Arini menjawab pertanyaannya. "Emila adalah resepsionis baru di perusahaan ini, Nona. Dia adalah karyawan pindahan dari perusahaan cabang." Jawab Arini.
__ADS_1
"Apa?" Flower terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa mantan kekasih suaminya itu bekerja di perusahaan milik daddynya. "Apa kau serius?" Tanya Flower memastikan.
Arini pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Maaf, Nona. Saya ingin mengulang pertanyaan tadi. Kenapa dia menuduh anda membuat keributan?" Tanya Arini lagi.
Flower mendecakkan lidahnya. "Dia adalah mantan kekasih suamiku." Ucap Flower tanpa menjawab pertanyaan Arini.
Arini pun mencerna maksud perkataan Flower.
"Sudahlah tidak perlu dipikirkan. Yang jelas jangan sampai kau memberitahukannya siapa aku sebenarnya. Biarkan saja dia bersikap buruk seperti itu kepadaku." Ucap Flower.
"Tapi—" perkataan Arini terhenti karena Flower memotongnya.
"Aku tidak membuat keributan seperti yang dia katakan." Flower pun memilih menjelaskan kejadian yang terjadi sebenarnya agar Arini tidak terlalu banyak tanya. "Satu lagi jangan beritahu kejadian tadi pada kedua orang tuaku." Tekan Flower.
Arini mengangguk saja mengiyakan perkataan Flower. Di dalam hatinya ia sangat menyayangkan sikap buruk Emila pada Flower.
"Arini, tolong sampaikan pada Mommy jika aku ingin pergi ke tempat kerja suamiku sekarang." Ucap Flower kemudian.
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗