One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Terima kasih, Sayang


__ADS_3

Satu jam kemudian, kini semua orang selain Malik sudah pergi meninggalkan ruangan perawatan Flower karena mereka tidak ingin mengganggu Flower yang hendak beristirahat. Mom Rania dan Dad William memilih pulang lebih dulu ke rumah Flower untuk membersihkan tubuh mereka dan berganti baju. Gerry dan Kyara pun memilih pergi ke kediaman menantu mereka karena tiba-tiba saja mereka menginginkan melihat ketiga cucu kembar mereka.


"Flower, kenapa kau membongkar aib kita di depan orang lain seperti tadi? Kau ini ada-ada saja." Ucap Malik pelan sambil mengusap lengan istrinya. Ditatapnya wajah istrinya yang tengah tertidur sangat pulas seolah menggambarkan melahirkan putri mereka tadi sangat menguras energinya.


Walau pun sikap istrinya akhir-akhir ini sering di luar nalarnya, namun tak membuat Malik kesal dengan sikap istrinya itu. Malik terus mencoba memaklumi istrinya dan menerima segala kepolosan dan keanehan Flower. Wajah Malik pun berubah sayu saat mengingat bagaimana perjuangan istrinya tadi saat melahirkan Baby.


"Terima kasih telah berjuang melahirkan putri kita. Terima kasih karena telah menjadi istri dan ibu yang hebat." Ucap Malik dengan mata yang berkaca-kaca. Kini rasa sayangnya pada Flower semakin bertambah dan Malik berjanji tidak akan membuat istrinya kembali bersedih karena dirinya. Malik akan terus berusaha menjadi suami yang baik untuk Flower sebagaiman Flower yang selalu berjuang menjadi istri yang terbaik untuknya.


Seorang wanita yang dulunya sombong dan arogan kini sudah berubah menjadi wanita yang lembut dan sangat baik hati pada semua orang. "Teruslah bertambah baik dan aku akan berjuang untuk bisa mengimbangimu di setiap kebaikanmu." Ucap Malik.

__ADS_1


Pandangan Malik pun beralih pada Baby mereka yang kini tengah tertidur di dalam box bayi. Ditatapnya wajah putri kecilnya dengan sayang dan penuh cinta. Wajah yang sangat mencerminkan wajahnya di saat kecil.


"Baby, tumbuhlah menjadi anak yang baik. Doakan Daddy agar bisa selalu ada di setiap tumbuh dan kembangmu." Ucap Malik lembut.


Beberapa saat menemani Flower dan Baby mereka yang sedang tertidur pulas, Malik pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya karena sejak datang ke rumah sakit ia belum sempat membersihkan tubuhnya bahkan mengganti pakaian tidurnya. Sebelum pergi meninggalkan Flower dan Baby mereka, Malik meminta seorang perawat untuk menjaga Flower dan Baby dan meminta dua orang pengawal untuk berjaga-jaga di depan kamar perawatan karena Malik dan Dad William masih merasa awas jika saja ada pihak tak terduga yang ingin berbuat buruk pada Flower.


"Apa kau sudah membawa baju ganti saya?" Tanya Malik pada salah satu pengawal yang datang menghampirinya.


"Baiklah, terima kasih. Kalau begitu saya pergi dulu." Pamit Malik. Ia tidak ingin membuang waktu lama meninggalkan anak dan istrinya.

__ADS_1


Pengawal itu mengangguk lalu kembali berdiri di depan kamar perawatan Flower untuk menjalankan tugasnya.


Beberapa saat berlalu, Malik yang kini sudah berada di dalam sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari ruangan perawatan Flower berada yang sudah disewanya untuk tempat beristirahat dan mengganti pakaiannya segera mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara Mom Rania dan Dad William yang masih berada di dalam perjalanan menuju kediaman anak dan menantunya kini nampak saling menghembuskan nafas panjang mengingat kelakuan konyol putri mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2