
Pukul setengah enam sore, Emila dan Bu Asma sudah sampai di kediaman mereka. Emila memarkirkan motornya di teras rumah lalu membawa barang-barang belanjaan mereka masuk ke dalam rumah.
"Biar Mama bantu, Mila." Bu Asma menawarkan bantuan dan hendak mengambil alih plastik berisi belanjaan dari tangan Emila namun Emila dengan cepat menahan tangan Mamanya.
"Mila bisa membawanya sendiri, Ma." Jawabnya. Memperlihatkan wajah tersenyum pada Bu Asma.
"Baiklah." Bu Asma membiarkan saja putrinya membawa barang-barang mereka masuk ke dalam rumah. Setelah berada di dapur, Emila pun langsung membereskan barang-barang belanjaan mereka dengan menyusunnya di dalam lemari dan meletakkan buah-buahan di dalam kulkas.
"Mila, apa kau tidak lelah?" Tanya Bu Asma karena Emila tidak memilih istirahat justru membereskan barang-barang belanjaan mereka.
"Sedikit. Cuma lebih baik Mila bereskan sekarang dari pada nanti jadi malas." Jawab Emila.
Bu Asma tersenyum mendengarnya. Ia pun memilih melangkah ke arah meja dan membuka tudung saji. Terlihat di dalam tudung saja masih ada sisa masakannya tadi pagi dan cukup untuk dimakan oleh mereka untuk malam ini.
"Mila, sambal dan ikannya masih ada. Mama buat sayur saja ya tambahannya." Ucap Bu Asma setelah menutup tudung saji.
"Tidak buat sayur juga tidak masalah, Ma. Mama istirahat saja." Jawab Emila tak ingin merepotkan ibunya.
"Mama tidak terlalu lelah. Mama mau langsung memasak saja. Kalau begitu Mama ganti baju dulu ke kamar." Pamit Bu Asma.
__ADS_1
Emila mengiyakan saja. Ia tidak ingin membantah ibunya karena hanya akan mendapatkan sebuah penolakan.
Saat malam hari telah tiba, Bu Asma dan Emila nampak menikmati makan malam bersama di meja makan. Mereka menikmati hidangan sederhana yang terhidang di atas meja dengan lahap. Sesekali Bu Asma dan Emila tersenyum mengungkapkan kebahagiaan mereka masing-masing karena masih diberi kesempatan untuk makan bersama.
Bu Asma mengelap bibirnya dengan tisu setelah selesai menghabiskan makanannya. "Mila, besok masuk jam berapa?" Tanya Bu Asma mengingat besok hari Emila sudah kembali bekerja.
"Jam delapan pagi, Ma. Mila dapat shift pagi besok." Jawab Emila.
Bu Asma menganggukkan kepalanya. "Semoga pekerjaaanmu berjalan lancar ya, Nak." Ucap Bu Asma.
"Iya, Ma. Terima kasih." Emila tersenyum. "Oh iya, Ma. Sepertinya besok Mila pulang sedikit terlambat karena Bos tempat Mila bekerja meminta menemaninya berbelanja." Ucap Emila setelah mengingat sesuatu.
*
Keesokan harinya, Emila nampak sudah berada di toko baju yang cukup besar di kotanya. Ia melangkah ke arah ruangan khusus meletakkan barang-barang milik karyawan. Saat hendak masuk ke dalam ruangan, terdengar seorang wanita yang sudah cukup lama dikenalinya memanggil namanya.
"Emila." Ucapnya lagi setelah berada di depan Emila.
"Ya, ada apa Dessy?" Tanya Emila. Memasang wajah tersenyum.
__ADS_1
"Apa kau tahu jika hari ini Bu Selvy rencananya akan datang ke toko dengan membawa anak sulungnya?" Tanya Dessy.
"Maksudmu Tuan Arkana?" Tanya Emila.
"Ya, Tuan Arkana."
"Lalu kenapa kalau Bu Selvy membawa anak sulungnya?" Tanya Emila bingung.
"Tidak ada. Tapi pasti anak-anak di sini senang sekali melihat kedatangannya termasuk aku." Kelakar Dessy.
"Kau ini bisa saja. Kau harus ingat jika Tuan Arkana sudah memiliki istri jadi kita tidak boleh mencoba mendekatinya." Pesan Emila.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1