One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Pekerjaan menyenangkan


__ADS_3

Liza dibuat geram mendengarnya namun ia tidak berminat menggubrisnya karena hanya akan membuatnya semakin kesal pada pria itu. Mobil milik pengawal pun melaju meninggalkan bandara mengikuti mobil yang membawa Malik, Rey dan keluarga kecil mereka.


Selama berada di dalam perjalanan menuju hotel yang akan menjadi tempat mereka menginap, Flower dan Yura terus saja bercerita tentang keseharian mereka menjadi seorang ibu.


"Jadi kau benar-benar tidak mau melanjutkan memimpin perusahaan dan menyerahkan jabatanmu pada orang kepercayaan ayahmu saja?" Tanya Flower yang merasa cukup terkejut dengan pilihan Yura yang memilih untuk berhenti bekerja dan fokus merawat anak-anaknya saja.


"Ya begitulah. Menurutku tidak ada pekerjaan yang lebih menyenangkan dibandingkan merawat ketiga anak-anakku. Jika aku bekerja aku tidak memiliki banyak waktu untuk bermain bersama mereka." Jawab Yura.


Flower mengangguk paham. "Aku rasa juga begitu. Pekerjaan yang menyenangkan untukku saat ini adalah merawat Baby dan mengandung anak Malik." Ucap Flower dengan wajah tersenyum.


"Uhuk."


Malik dan Rey yang mendengarkan perkataan Flower dibuat batuk mendengarnya. Mendengar suami mereka saling batuk membuat pandangan Flower dan Yura tertuju pada kursi belakang mobil dimana Rey dan Malik berada.


"Malik ada apa denganmu? Kenapa kau batuk dan wajahmu memerah?" Tanya Flower dengan wajah polosnya tanpa sadar jika perkataannyalah yang membuat Malik jadi batuk seperti itu.


"Aku tidak apa-apa. Hanya butuh minum saja." Kilah Malik.

__ADS_1


Flower yang masih tidak mengerti ada apa dengan suaminya pun memilih tak lagi bertanya dan kembali mengajak Yura untuk berbicara.


"Hahah..." Yura tertawa kecil mendengar Flower yang merasa senang mengandung anak Malik.


"Kenapa kau tertawa Yura?" Flower dibuat bingung dengan orang-orang disekitarnya saat ini.


"Tidak ada. Menurutku kau sangat unik saja karena merasa senang mengandung anak Malik." Jawab Yura.


"Emh ya. Aku memang suka mengandung anak dari suamiku. Apa kau tahu Yura, anak kedua kami ini juga karena keinginanku untuk mengandung lagi." Ucap Flower memberitahu.


"Yura, tolong berikan minum pada suamimu dan suamiku. Sepertinya mereka sangat membutuhkannya." Ucap Flower karena ia tidak bisa memberikannya karena sedang memangku Baby.


Yura mengiyakannya lalu membukakan tutup minum untuk Rey dan Malik lalu memberikannya pada mereka.


"Bisakah kalian tidak batuk lagi? Aku ingin melanjutkan bercerita dengan Yura." Pinta Flower.


Rey dan Malik saling pandang lalu mengangguk secara bersamaan.

__ADS_1


"Istrimu benar-benar hebat, Malik." Puji Rey dengan berbisik pada Malik.


Malik yang merasa malu karena perkataan Flower hanya diam saja dengan wajah datarnya tanpa berniat menjawab perkataan Rey. Rey yang mengetahui jika Malik saat ini sedang menahan rasa malu menahan senyumannya agar tidak terlihat oleh Malik.


Sedangkan Flower yang masih belum merasa puas bercerita dengan Yura pun melanjutkan pembicaraan mereka kembali tanpa memperdulikan jika semua orang yang berada di dalam mobil dibuat terkejut mendengarkan perkataannya yang terlalu polos dan sedikit frontal.


Suroh yang sudah paham dengan sikap Nona mudanya pun hanya bisa tersenyum sambil mengusap lengan Kimmy yang kini sedang dipangkunya.


"Apa kau ingin memujiku wanita hebat, Yura?" Tanya Flower setelah selesai bercerita pada Yura.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2