
"Saya rasa perkataan saya itu sudah cukup jelas." Jawab Bu Venna.
"Perkataan yang mana? Saya tidak terlalu menangkap maksud perkataan Ibu." Ucap Flower. Masih berusaha tetap tenang.
"Flower, Flower." Bu Venna memasang wajah sinis. "Saya sangat tahu bagaimana putra saya selama ini. Dia adalah pria yang baik dan tidak mungkin mau mengotori seorang wanita. Jika putra saya melakukannya berarti di sedang dijebak saat itu." Ucap Bu Venna.
"Maksud Ibu saya menjebak Malik hingga bisa tidur dengan saya?" Tanya Flower dengan geram.
"Tentu saja. Putra saya tidak mungkin mau menyentuhmu jika tidak dijebak." Jawab Bu Venna.
"Berani sekali Ibu berbicara seperti itu? Siapa yang mau menjebak putra Ibu? Perkataan Ibu itu sangat haram untuk saya lakukan karena sejak awal saya sudah tidak menyukai putra Ibu." Tekan Flower.
"Alah... jangan berdusta." Bu Venna menunjukkan sisi lainnya.
__ADS_1
"Ternyata Ibu hanyalah seorang tenaga pengajar yang butuh pengajaran dari orang lain dalam bertutur kata. Jika Ibu tidak tahu bagaimana cerita yang sebenarnya maka jangan menuduh saya yang bukan-bukan. Dan satu lagi, walau pun saya tengah hamil anak Malik di luar nikah tapi saya sangat menolak dengan keras saat Malik berniat bertanggung jawab dengan saya."
"Itu tidak mungkin. Wanita manja seperti dirimu pasti memaksa putra saya untuk menikahimu agar keluarga besar kalian tidak malu dengan aib yang telah kau buat." Bu Venna masih menunjukkan sisi lainnya tanpa perduli jika saat ini Flower tengah mengandung cucunya.
"Saya tidak membutuhkan rasa kepercayaan dari Ibu. Karena percaya atau tidak itu semua tidak berefek apa-apa untuk saya." Ucap Flower.
"Kau..." belum sempat Bu Venna bersuara lebih jauh Flower sudah kembali angkat suara.
Bu Venna terdiam karena merasa sangat tersindir.
Flower pun segera beranjak dari hadapan Bu Venna dengan menahan sesak di dadanya. Ia terus melangkah ke arah kamar Malik berada tanpa perduli mertuanya yang kini tengah mamanggilnya untuk kembali.
Seorang pelayan yang sejak tadi tidak sengaja mencuri dengan pembicaraan Flower dan Bu Venna dibuat menganga tak percaya jika majikannya yang ia anggap sangat baik selama ini ternyata sangat tega berkata seperti itu pada menantunya sendiri.
__ADS_1
"Tega sekali Ibu mengataiku seperti itu." Ucap Flower lirih sambil menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Flower pun membuka pintu kamarnya dengan cepat lalu masuk ke dalam dan menguncinya. "Jika saja aku bisa menolak saat itu, aku tidak ingin mengiyakan perkataan Daddy untuk menikah dengan ayah dari anakku. Aku lebih memilih hidup berdua sana dengan anakku. Tapi aku bisa apa? Aku tidak bisa menolaknya begitu saja karena banyak efek yang akan ditimbulkan jika perbuatanku diketahui oleh media." Ucap Flower.
Merasa nafasnya semakin sesak dan tak beraturan, Flower memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Aw..." tiba-tiba Flower meringis merasakan sakit pada perutnya. Sontak saja Flower langsung duduk dari pembaringannya sambil mengelus perut buncitnya.
"Tenanglah, Baby. Semua baik-baik saja. Percayalah jika Mommy bisa menangani serangan dari Nenekmu itu." Ucap Flower sambil merasakan sakit di dalam perutnya. Flower pun hanya bisa menenangkan anaknya dengan terus mengusap perutnya.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1