
Malik terdiam mendengarkan pertanyaan dari Flower. Melihat diamnya Malik membuat Flower mendesak Malik untuk menjawab pertanyaannya.
"Bisakah kau mempertanyakannya saat kita sudah berada di rumah saja? Saat ini aku cukup lelah setelah melakukan perjalanan pulang dari desa A." Ucap Malik.
Flower menatap kesal pada suaminya itu karena Malik terlihat mengundur waktu untuk menjawab pertanyaannya sedangkan dirinya sendiri sudah tidak sabar untuk mendapatkan jawaban dari Malik.
"Aku berjanji akan menjawabnya setelah aku selesai istirahat." Ucap Malik kemudian seakan mengerti kekesal Flower saat ini.
Flower memilih diam saja sambil menatap ke arah luar jendela.
Kruk
Suara bunyi dari perut Flower yang terdengar cukup keras kembali mengalihkan tatapan Malik pada Flower.
"Kau lapar?" Tanya Malik.
Flower sontak menggeleng. "Aku baru saja makan beberapa jam lalu." Jawab Flower.
Malik tak lagi melanjutkan pembicaraan di antara mereka dan memilih melajukan mobil mereka menuju sebuah resto.
"Kita makan dulu sebelum pulang." Ajak Malik setelah memberhentikan mobilnya di depan resto.
"Tapi aku bilang aku tidak lapar!" Ketus Flower.
__ADS_1
"Anakku yang lapar. Sekarang ayo turun." Ajak Malik.
Flower mendengus namun tetap menuruti perkataan Malik.
Akhirnya sore itu Malik dan Flower pun menikmati makan bersama lebih dulu sebelum pulang ke kediaman mereka. Tak lupa Malik memesan makanan untuk dibawa pulang ke rumah mereka nanti.
Setelah menghabiskan waktu kurang dari setengah jam di dalam resto, akhirnya Malik pun membawa Flower pulang ke kediaman mereka. Selama di perjalanan pulang Flower lebih banyak diam karena ia masih kesal karena Malik tak kunjung menjawab pertanyaan darinya.
*
Saat malam hari telah tiba dan Malik telah bangun dari tidurnya, Flower pun langsung menatap Malik dengan datar seolah menuntut sebuah penjelasan dari Malik.
"Kau tahu tidak semua hal harus dikatakan karena bisa membuat salah satu diantara kita terluka mendengarnya." Ucap Malik penuh maksud.
"Jika kau bertanya alasan orang tuaku tidak datang ke pernikahan kita itu semua karena aku tidak memberitahukannya." Ucap Malik.
Deg
Flower begitu tertegun mendengarnya.
"Aku tidak memberitahukannya karena satu hal. Dan aku tidak ingin karena hal itu membuat kekacauan di rumahmu." Ucap Malik.
Flower semakin menatap suaminya dengan intens.
__ADS_1
Malik pun menghela nafasnya sebelum melajutkan perkataannya. "Aku hanya memiliki seorang ibu di dalam hidupku. Ayahku telah tiada sejak aku berusia tujuh tahun." Malik memilih menyebutkan bagaimana kondisi keluarganya lebih dulu sebelum masuk ke dalam pembahasan inti mereka.
"Apa? Jadi kau sudah tidak memiliki ayah?" Tanya Flower.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku hanyalah anak tunggal dari keluargaku karena setelah kepergian ayah, ibu memilih tidak menikah lagi dan menghidupiku dari hasil gaji ibu menjadi seorang pegawai negeri." Jelas Malik.
"Jika kau masih memiliki seorang ibu maka perkenalkan aku pada ibumu itu." Pinta Flower. Entah mengapa ia merasa penasaran dengan sosok mertuanya itu.
"Tidak untuk sekarang." Balas Malik singkat.
"Apa maksudmu? Apa ada hubungannya dengan kau tidak memberitahukan pernikahan kita padanya?" Tebak Flower.
Malik pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Katakan alasan apa yang membuatmu tidak memberitahukan jika kita sudah menikah?" Desak Flower.
Malik mengalihkan tatapan dari Flower dan menatap lurus ke depan.
"Itu karena aku tidak ingin ibuku kecewa karena aku menikah bukan dengan wanita pilihannya." Jawab Malik.
Deg
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗