One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Alasan mendekatkannya


__ADS_3

Ucapan Flower pun berhasil membuat Zaki kembali ke kediamannya dengan perasaan kecewa. Bagaimana tidak kecewa, kali ini untuk pertama kalinya ia mendapatkan penolakan dari seorang wanita. Jika biasanya wanita yang berkencan dengannyalah yang menawarkannya masuk ke dalam rumahnya kini justru sebaliknya.


Sementara Flower yang seakan tidak perduli dengan kekecewaan Zaki saat ini terlihat tengah berbaring di atas ranjang sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit dan perutnya yang terasa mual.


"Rasanya akhir-akhir ini penciumanku cukup bermasalah." Gumam Flower. Teringat jika ia ingin menghakimi kedua orang tuanya karena sudah secara tidak langsung ingin mendekatkannya dengan Zaki membuat Flower segera bangkit dari ranjang dan segera mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur.


"Mommy... Daddy... kalian berhutang penjelasan kepadaku." Rungut Flower dengan tangan terkepal.


*


Kini Flower sudah berada di ruang tamu rumahnya menanti Mom Rania dan Dad William pulang ke kediaman mereka. Setengah jam lebih menunggu, akhirnya sosok yang dinantikan Flower pun tiba. Mom Rania dan Dad William pulang dengan senyum terkembang di wajah mereka masing-masing tanpa menyadari jika dirinya kini tengah duduk menunggu mereka di ruang tamu.


"Flower?" Setelah berada di ruang tamu Mom Rania langsung terkejut melihat keberadaan Flower di sana. "Kau sudah pulang dan..." Mom Rania memperhatikan penampilan Flower yang sudah berganti. "Kau juga sudah berganti pakaian." Lanjutnya kemudian.

__ADS_1


"Mommy... Daddy..." Flower menatap Mom Rania dan Dad William secara bergantian.


Mom Rania dan Dad William pun turut saling pandang seolah menyiratkan arti yang sama di dalam pemikiran mereka saat ini.


"Flower... Mom bisa menjelaskan semuanya kepadamu." Mom Rania merendahkan nada suaranya.


"Kemana Mom dan Dad pergi tadi? Kenapa meninggalkanku sendiri bersama pria itu?" Tanya Flower dengan tatapan sinis.


"Apa benar begitu? Bukankah Mom dan Dad sengaja meninggalkan Flow bersamanya agar Flow bisa berdekatan dengannya?" Tanya Flower dengan sinis.


Mom Rania menghela nafas lalu menghembuskan nafas perlahan di udara. "Flower, Mom dan Dad melakukan itu semua murni untuk kebaikanmu."


"Kebaikan apa yang Mom maksud? Apa Mom tahu aku sangat tidak menyukai pria itu." Ucap Flower sedikit ketus karena mengingat Zaki.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak menyukainya? Bukankah kalian baru bertemu beberapa kali saat di Surabaya?" Tanya Mom Rania bingung.


"Mom tidak perlu tahu alasannya. Yang jelas saat ini Flow tidak ingin lagi Mom dan Dad berusaha mendekatkan Flow pada pria mana pun itu." Tekan Flower.


"Flower." Kali ini Dad William angkat bicara. "Apa kau tidak mengerti alasan Mom dan Dad melakukan itu semua karena apa? Mom dan Dad berharap jika kau bisa mengenal dan dekat dengan sosok pria lain kau bisa melupakan Rey sepenuhnya di dalam hati dan pemikiranmu." Ucap William sedikit keras.


Deg


Flower merasa tertegun mendengarkan perkataann Daddynya.


"Apa kau tahu jika Dad dan Mommy sudah tidak ingin kau memikirkan dan menaruh hati pada pria yang sudah jelas tidak bisa kau miliki karena kini pria itu sudah memiliki istri bahkan akan menjadi seorang ayah." Lanjut William kemudian.


***

__ADS_1


__ADS_2