
"Berani sekali kau memuji pria lain di depan suamimu sendiri." Ucap Rey sambil merengkuh pinggang Yura saat Yura sudah berada di dekatnya.
"Hei, apa kau cemburu?" Tanya Yura pelan mengikuti nada suara Rey.
"Tentu saja. Kau tidak diperbolehkan memuji pria lain selain diriku!" Tekan Rey.
Yura tersenyum mendengarnya. Suaminya itu akhir-akhir ini bertambah posesif hingga ia selalu dibuat bingung karenanya. "Iya, iya. Terserah kau saja." Ucap Yura tak ingin berdebat.
Rey mengusap kepala istrinya lalu mengecupnya dengan sayang. Flower yang melihat sikap Rey pada Yura pun tersenyum.
"Yura, sepertinya Baby Kenzo bangun." Ucap Flower menatap pada stroller Kenzo.
"Oh iya." Ucap Yura lalu melangkah mendekati stroller putranya dan mengangkatnya dari stroller.
"Anak Mama sudah bangun, ya." Ucap Yura sambil mengusap kepala putranya.
Baby Kenzo yang baru bangun itu pun menguap sehingga terlihat sangat lucu di mata Flower.
__ADS_1
"Baby Kenzo, lihatlah putri Tante, sangat cantik bukan." Ucap Flower.
Yura pun mendekat membawa Kenzo agar bisa melihat Baby yang sedang tertidur di dalam box bayinya.
"Uwa... uwa." Celoteh Baby Kenzo menatap pada Baby.
"Hahaha..." Flower tertawa-tawa mendengarnya. "Apa kau tertarik pada Baby, sayang?" Tanya Flower sambil tertawa.
"Kau ini... jangan berbicara sembarangan." Tegur Malik.
Flower tersenyum saja mendengarkan perkataan suaminya pun dengan Yura yang ikut tersenyum mendengarnya.
"Agh, cantik sekali putrimu." Puji Yura saat melihat bola mata Baby yang sangat indah.
"Babymu juga cantik-cantik, Yura." Jawab Flower tersenyum.
Yura mengembangkan senyumannya. "Semoga saja bayi-bayi kita nanti dapat berteman dengan baik seperti kita setelah besar nanti." Harap Yura.
__ADS_1
"Ya, semoga saja." Jawab Flower.
Karena beberapa saat kemudian Baby menangis pertanda ingin minta susu, Rey dan Malik pun berpamitan untuk keluar dari dalam ruangan karena Rey tidak ingin melihat Flower yang hendak menyusui dan Malik yang ingin menemani Rey duduk di luar sekaligus bercerita tentang tender yang baru dimenangkan perusahaan Bagaskara sehari yang lalu.
Di saat Flower sedang sibuk menyusui putri kecilnya, Flower pun teringat dengan sosok Emila yang saat ini sedang berada di penjara.
"Yura, apa menurutmu aku salah jika aku mau memaafkan orang yang sudah berniat jahat kepadaku dan Baby?" Tanya Flower pada Yura.
"Apa yang kau maksud adalah Emila?" Tebak Yura pada intinya.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku tidak ingin dia melanjutkan hukumannya di penjara. Masih banyak cara lain untuk menghukumnya. Rasanya sangat jahat jika aku tidak memaafkan dan mau mengeluarkannya padahal aku tahu yang membuatnya seperti saat ini juga karena kehadiranku di hidup mereka." Ucap Flower.
"Kau tidak sepenuhnya salah. Semua orang berhak memiliki kesempatan kedua untuk berubah. Jika kau mau dia dibebaskan mungkin akan berat untuk diterima oleh Daddymu. Tapi aku yakin jika kau bisa meyakinkan orang tuamu mereka mungkin bisa berpikir ulang untuk membebaskan Emila." Saran Yura.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku akan meyakinkan Daddy dan meminta Malik untuk meminta Daddy membebaskannya." Jawab Flower.
Yura mengangguk saja mengiyakan perkataan Flower. Di dalam hatinya Yura sangat salut dengan kebaikan Flower yang mau memaafkan kesalahan Emila yang cukup fatal.
__ADS_1
***
Detik-detik menuju akhir cerita Flow dan Malik nih. Sambil menunggu cerita ini berakhir, kita bisa kenalan dulu nih, teman-teman dari daerah mana saja ni?🤗