One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Banyak perubahan


__ADS_3

"Flower, harusnya kau mengalah saja pada wanita tadi bukannya berdebat untuk mendapatkan tas itu." Ucap Mom Rania sambil menatap tas yang kini berada di dalam paper bag.


Flower menghela nafas panjang mendengarkan nasihat mommynya. "Mommy, Flo tidak ingin mengalah dengan orang yang tidak benar seperti dia. Lagi pula tas itu dibiarkan begitu saja dan sudah menjadi hak Flo jika ingin memilikinya." Ucap Flower:


Mom Rania memilih diam karena ia sadar apa yang dikatakan anaknya memang tidak salah. Flower memang berhak memilikinya karena wanita itu belum melakukan transaksi pembelian.


"Sudahlah, Mommy tidak perlu memikirkannya. Lagi pula wanita tadi sudah mengalah pada Flo." Lanjut Flower kemudian.


Mom Rania mengangguk saja lalu mengajak Flower menuju toko baju khusus ibu hamil yang berada tidak jauh dari toko tas yang baru saja mereka tinggalkan.


Sesampainya di toko baju, Mom Rania pun membantu Flower memilih baju untuk Flower gunakan sehari-hari di rumahnya.


"Sepertinya tiga saja sudah cukup, Mom." Ucap Flower setelah menjatuhkan tiga pilihan baju daster untuk dirinya.


"Tiga saja?" Mom Rania menatap baju yang tengah dipegang oleh Flower. "Apa itu cukup?" Tanya Mom Rania.

__ADS_1


Flower menganggukkan kepalanya. "Segini saja sudah cukup, Mom." Jawab Flower.


Mom Rania menatap putrinya dengan intens. Tidak biasanya sekali putrinya itu mau membeli baju dalam jumlah sedikit.


"Mommy, Flo harus berhemat karena tadi Flo baru saja membeli tas. Flo tidak ingin uang Malik habis begitu saja sebelum Malik gajian. Flo bisa membeli baju lagi setelah Malik gajian nanti." Ucap Flower mengerti maksud tatapan Mommynya.


Mom Rania pun tersenyum mendengarkan perkataan putrinya. Kini ia sudah sangat yakin jika putri manjanya sudah mulai berubah dan mau menghargai apa yang ia miliki.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita membayarnya." Ajak Mom Rania.


Mom Rania menggeleng. "Baju Mommy masih banyak di rumah dan masih layak untuk dipakai." Jawab Mom Rania lembut.


Flower mengangguk saja lalu mengikuti langkah Mom Rania menuju kasir.


*

__ADS_1


Ting


Diperjalanan menuju desa A Malik kembali melihat ponselnya saat mendapatkan notifikasi pesan transaksi dari ATM yang tadi malam ia berikan pada Flower.


"Apa yang dia beli hari ini?" Gumam Malik. Malik pun membaca nominal pengeluaran dari rekeningnya hari ini. Senyuman tipis nampak terbit di wajah tampan Malik saat melihat pengeluaran dari istrinya tidak terlalu banyak seperti apa yang ia pikirkan.


Malik pun mematikan layar ponselnya lalu menatap ke arah luar jendela. Pemikirannya kini mulai melayang mengingat perjalanan rumah tangganya dan Flower yang sudah hampir berjalan tiga bulan dan dalam waktu tidak cukup lama itu ia sudah dapat melihat banyak perubahan dari dalam diri Flower.


Dari kursi sebelah kemudi Liza terlihat mencuri pandang pada Malik dari kaca spion mobil. Wanita itu terlihat tersenyum saat melihat wajah Malik dari jarak dekat seperti saat ini. Walau sudah mengetahui jika Malik sudah memiliki seorang istri, namun entah mengapa wanita itu masih saja menyimpan rasa ketertarikan pada Malik.


Ting


Tak berselang lama Malik kembali menghidupkan layar ponselnya saat mendengar notifikasi pesan khusus dari Flower.


Aku baru saja menggunakan ATM yang kau berikan tadi malam untuk membeli tas dan baju bersama Mommy. Ucap Malik dalam hati membaca pesan yang Flower kirimkan.

__ADS_1


***


__ADS_2