One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kenapa kau pergi?


__ADS_3

"Emila." Yura kini memusatkan pandangan pada wanita yang tidak asinh di matanya. Walau belum pernah bertatap langsung dengan Emila, namun Yura cukup mengenali wajah wanita itu dari foto yang pernah Rey tunjukkan kepadanya.


"Kau ingin kemana?" Yura menahan tangan Flower saat wanita itu hendak melangkah.


"Aku akan menemuinya." Jawab Flower.


Yura seketika menggeleng. "Kau harus ingat dengan pesan suamimu. Jangan mendekatinya lagi!" Pesan Yura.


Flower tak mengindahkan perkataan Yura. Ia terap ingin melangkah menghampiri Emila karena sudah sangat lama ia tidak bertemu dan melihat wajah wanita itu lagi.


Pengawal yang sudah siap siaga di sekitar Flower pun turut memberikan peringatan pada Flower. Mereka tidak ingin Rey dan Malik marah besar nantinya jika mereka membiarkan Flower pergi mengampiri Emila.


"Jangan halangi aku atau akan ku perintahkan Kak Rey untuk memecat kalin!" Ancam Flower. Pandangannya nampak tajam menatap satu persatu pria yang mencoba menghalanginya.


"Tapi, Nona," seorang pengawal dengan berani hendak melawan perkataan Flower. Mereka tidak ingin mengambil risiko.


"Kau tenang saja. Aku yang akan membela kalian jika suamiku dan Kak Rey marah. Dan satu lagi, kalian bisa menjagaku dari jarak dekat." Ucap Flower cepat tak ingin membuang waktu terlalu lama apa lagi saat ini matanya menangkap Emila hendak pergi meninggalkan toko.

__ADS_1


Perdebatan kecil itu pun berakhir karena Flower sudah melangkah dengan sedikit berlari ke arah Emila berada.


"Cepat kabari Tuan Malik!" Perintah ketua pengawal pada bawahannya. Ia pun berlari mengejar Flower setelah memberikan perintah.


Yura dan Suroh pun ikut mengejar Flower sambil mendorong stroller.


"Emila." Mendengar suara yang tidak asing di telinganya membuat Emila yang sedang menunggu mamanya membayar barang belanjaan mereka menoleh ke sumber suara.


"Flower?" Kedua bola mata Emila membola. Ia pun segera melangkah cepat dari hadapan Flower berniat menghindari wanita itu.


"Kenapa kau pergi?" Tanya Flower setelah mencekal lengan Emila.


"Flower lepaskan aku! Kau sudah tidak boleh bertemu denganku!" Wajah Emila nampak begitu takut. Ada perjanjian yang harus ia lakukan jika ingin hidupnya dan ibunya baik-baik saja.


"Aku tidak mau! Kita harus bicara lebih dulu!" Ucap Flower tegas.


Emila hendak memberontak namun niat itu ia urungkan karena takut menyakiti Flower.

__ADS_1


"Flower lepaskan anak saya." Bu Asma terdengar memohon. Sama seperti Emila, ia pun turut takut jika melanggar perjanjian di antara mereka.


Flower tentu tak mengindahkan perintah ibu dari Emila. "Saya hanya ingin berbicara sebentar pada Emila. Saya pastikan jika pertemuan kita kali ini tidak akan berakibat buruk pada ibu dan Emila." Ucap Flower berniat menenangkan hati ibu dan anak itu.


Emila akhirnya tak lagi memberontak. Ia pun dapat melihat ada beberapa orang pria yang nampak berdiri di belakang Flower untuk melindungi wanita itu.


"Aku tidak akan menyakitinya. Biarkan kami bicara sebentar agar aku dan ibuku bisa segera pergi." Pinta Emila. Wajahnya masih nampak takut dan memohon.


Ketua pengawal mengangguk mengiyakannya. Flower pun mengajak Emila dan Bu Asma menuju sebuah kursi tunggu yang berada tidak jauh dari mereka berada untuk berbicara di sana.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2