One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Terima kasih, Malik


__ADS_3

"Emh, tidak. Ibumu tidak berbuat seperti apa yang kau tanyakan." Jawab Flower pada akhirnya.


"Benarkah begitu?" Tanya Malik lagi. Ia tidak percaya begitu saja dengan jawaban istrinya karena Malik dapat merasakan rasa tidak suka ibunya pada istrinya itu.


Flower pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Sudahlah, lebih baik kau segera mandi karena tubuhmu bau." Ucap Flower.


"Tubuhku bau?" Tanya Malik dengan kening mengkerut. Flower pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Melihat respon istrinya membuat Malik mencium aroma tubuhnya. "Tidak bau." Ucapnya kemudian.


"Itu menurut manusia normal seperti dirimu. Berbeda denganku yang sedang hamil saat ini." Ucap Flower sedikit ketus.


Malik pun menatap pada perut istrinya itu. Ia hampir saja melupakan jika istrinya itu sedang hamil dan penciumannya sedikit sensitif.


"Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu." Ucap Malik.


"Tunggu dulu!" Flower menahan pergerakan suaminya itu. "Habiskan dulu tehnya." Pinta Flower.


Malik pun mengiyakannya lalu meneguk tehnya yang tersisa hingga habis seluruhnya. Melihat respon suaminya tentu saja membuat Flower sangat senang. Ia merasa bersyukur karena Malik mau menghargai apa yang ia buat tidak sama seperti mertuanya.

__ADS_1


*


Saat malam hari telah tiba, Flower dibuat bingung karena Malik tiba-tiba saja mengajaknya untuk berjalan-jalan menikmati indahnya ibu kota di malam hari.


"Tumben sekali kau mau mengajakku berjalan-jalan seperti ini." Ucap Flower saat mobil milik Malik sedang melaju di jalanan yang cukup padat malam itu.


"Ya, karena aku tidak sibuk malam ini jadi aku ingin mengajakmu jalan-jalan." Jawab Malik sekenanya.


Flower memilih mengangguk saja dan percaya pada perkataan suaminya itu. "Andai saja kau mengajakku berjalan-jalan setiap hari, pasti hidupku lebih bewarna. Tidak di rumah-rumah saja." Ucap Flower pelan.


"Kau bilang apa?" Tanya Malik karena tidak begitu mendengar perkataan Flower.


Tiga puluh menit berlalu, mobil Malik pun berhenti di sebuah taman yang terlihat cukup ramai malam itu.


"Kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Flower sambil menatap keindahan lampu-lampu bewarna-warni di sekitar taman.


"Karena aku tahu kau pasti menyukainya." Jawab Malik lalu mengajak Flower turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Flower hanya bisa menahan senyum dalam hati karena merasa sikap suaminya sangat manis saat ini.


Setelah keluar dari dalam mobil, Malik pun mengajak Flower menuju sebuah kursi yang berada di tengah-tengah taman. Dan betapa terkejutnya Flower saat sudah hampir dekat dengan kursi ia melihat sosok wanita yang sangat dikenalinya tengah duduk di atas kursi sambil tersenyum padanya.


"Mommy..." ucap Flower lalu berjalan cepat ke arah Mommynya.


"Flower..." Mom Rania langsung memeluk erat tubuh putrinya setelah berada dekat dengannya.


"Kenapa Mommy ada di sini?" Tanya Flower setelah pelukan mereka terlepas.


Mom Rania tersenyum lalu menatap pada Malik. "Suamimu yang mengajak Mommy datang ke sini. Dia bilang kalau kau sedang merindukan Mommy saat ini." Jawab Mom Rania seadanya.


"Benarkah begitu?" Tanya Flower pada Malik.


Malik hanya diam dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Terima kasih." Ucap Flower seraya tersenyum. Senyuman Flower yang terlihat tulus dan begitu manis mampu membuat jantung Malik berdebar-debar karenanya.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo duduk dulu." Ajak Mom Rania sambil tersenyum penuh arti pada Flower dan Malik karena kini ia merasa ada yang tengah berbunga-bunga di dalam hati anak dan menantunya.


***


__ADS_2