
Suasana haru cukup lama menyelimuti ibu dan anak itu karena bernostalgia tentang masa lalu Flower di saat kecil dulu. Setelah cukup menyalurkan rasa haru satu sama lain, akhirnya Mom Rania pun mengajak Flower untuk pergi ke rumah Kyara karena Kyara sudah menunggu kedatangan mereka di rumahnya.
Tiga puluh menit berlalu, kini Flower dan Mom Rania sudah berada di depan pintu kediaman keluarga Gerry menunggu seseorang membukakan pintu untuk mereka. Tak lama menunggu akhirnya pintu pun terbuka dari dalam oleh Mama Kyara.
"Kya..." Rania langsung saja memeluk sahabat baiknya itu.
"Rania..." Kyara pun membalas pelukan Rania sambil tersenyum pada Flower. "Kenapa tidak bilang jika Flow akan ikut juga? Tahu begitu aku akan membuatkan makanan enak untuk ibu hamil ini." Ucap Mama Kyara lalu bergantian memeluk Flower yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
"Tidak perlu repot-repot, Tante." Ucap Flower di dalam dekapan Mom Rania.
"Tante tidak pernah merasa repot untuk dirimu, Sayang." Ucap Mama Kyara lembut.
Flower tersenyum mendengarnya pun dengan Mom Rania.
"Ayo masuk dulu." Ajak Mama Kyara.
Mom Rania dan Flower mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam rumah Mama Kyara. Saat sudah berada di ruang tengah, Flower dibuat terkejut melihat keberadaa Yura beserta ketiga anak kembarnya di sana.
"Yura, kau ada di sini juga?"
__ADS_1
Flower tersenyum lalu melangkah ke arah Yura yang sedang duduk di sofa menyusui salah satu bayi kembarnya.
"Ya, aku menginap di rumah Mama tadi malam." Jawab Yura sambil tersenyum pada Flower.
"Agh, anakmu ini bertambah tampan saja." Puji Flower sambil mengusap pipi Kenzo yang sedang menghi-sap kuat sumber nutrisinya.
"Kau bisa saja. Kau juga semakin bertambah cantik semenjak hamil besar." Puji Yura kembali.
"Benarkah begitu?" Flower begitu senang mendengarnya. "Apakah aku bertambah cantik karena aku merasa bahagia?" Tanya Flower.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Tentu saja. Kebahagiaan bisa membuatmu semakin bertambah cantik." Ucap Yura.
"Aaw..." tiba-tiba saja Baby Kimmy menangis di dalam gendongan pengasuhnya hingga membuat pandangan Flower teralihkan ke arahnya.
"Hai cantik... kenapa menangis, hem?" Tanya Flower lalu meminta mengambil alih Kimmy dari gendongan pengasuhnya.
Tangisan Baby Kimmy pun seketika terhenti saat sudah berada di dalam gendongan Flower. Ia menatap Flower dengan tatapan lucu dan mata berkedip-kedip.
"Agh, kau begitu menggemaskan membuat Tante ingin menggigitmu saja." Ucap Flower pada Baby Kimmy.
__ADS_1
Yura tersenyum mendengarnya. "Sebentar lagi kau juga akan merasakan memiliki bayi yang lucu, Flow." Ucap Yura.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku sudah tidak sabar menantinya. Masih ada waktu tiga bulan lagi untuk aku bertemu dengan anakku." Ucap Flower.
"Mommy juga sudah tidak sabar menanti cucu Mommy lahir. Jika dia sudah lahir nanti suasana di rumah tidak lagi sepi karena ada suara tangisan bayi." Timpal Mom Rania.
"Di rumah siapa maksud Mommy?" Tanya Flower merasa ambigu.
"Tentu saja di rumah Mommy dan Daddy. Memangnya setelah melahirkan kau ingin tinggal dimana? Mom ingin menjagamu di saat kau telah melahirkan nanti." Ucap Mom Rania.
Flower terdiam dan memikirkan dimana ia akan tinggal setelah melahirkan nanti.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1