
"Hai, Flow." Suara datar itu terdengar memanggil namanya. Flow yang tertunduk akhirnya kembali mendongak. Menatap wajah datar Rey yang sedang menatapnya.
"Hai Kak Rey." Jawab Flower seraya tersenyum tipis.
Rey menganggukkan kepalanya. "Ayo masuk." Ajak Rey kemudian pada Malik dan Flower.
Malik mengangguk mengiyakannya sedangkan Flower kini menjatuhkan pandangan pada bayi mungil yang berada di gendongan Rey.
"Namanya Kenzo." Ucap Rey pada Flower. Ia berusaha bersikap biasa saja pada wanita yang sejak kecil ia anggap adiknya itu.
"Hai Kenzo." Flower menyapa keponakannya.
Rey tersenyum tipis membalasnya. Ia pun mempersilahkan Flower kembali untuk masuk ke dalam rumah. Akhirnya Flower mengangguk mengiyakannya dan mengikuti Malik masuk ke dalam rumah.
Di ruang tengah terlihat Yura tengah memangku salah satu bayinya. Melihat kedatangan Flower dan Malik tentu saja membuat Yura tersenyum karena untuk pertama kalinya Flower datang menginjakkan kaki di rumahnya dan Rey setelah ia melahirkan.
"Flower, Malik." Sapa Yura ramah pada Flower dan Malik.
"Hai, Yura." Jawab Flower lalu mendekat pada Yura.
Yura tersenyum menatap pada Flower.
"Ini bayi kembarmu?" Tanya Flower menatap bayi mungil yang sedang tertidur di pangkuan Yura.
__ADS_1
"Ya, namanya Kimora atau Kimmy." Jawab Yura.
"Nama yang bagus." Puji Flower. Tanpa sadar Flower mengulurkan tangannya mengusap pipi si kecil Kimmya.
Oek
Suara tangisan bayi terdengar. Flower sontak mengalihkan pandangan pada bayi mungil yang sedang digendong oleh wanita yang Flower tebak adalah salah satu pengasuh bayi Yura.
"Yang itu adalah Keyla. Anak kedua aku dan Kak Rey." Ucap Yura.
"Oh..." Flower menganggukk-anggukkan kepalanya. "Berarti Kimmy yang paling bungsu." Ucap Flower kemudian.
"Benar." Balas Yura seraya tersenyum.
Rey dan Malik yang sejak tadi masih berdiri menatap interaksi Yura dan Flower pun memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan Yura dan Flower.
"Apa sudah dibawa ke dokter?" Tanya Flower.
"Belum. Rencana besok pagi kami akan membawa merek ke dokter jika masih rewel." Jawab Yura.
Flower mengangguk paham.
"Sayang, Kakak ingin melanjutkan pekerjaan dengan Malik dulu." Ucap Rey berpamitan pada Yura. Ia tidak ingin mengundur waktu lama mengerjakan pekerjaannya dan Malik di rumahnya.
__ADS_1
"Baiklah, berikan Kenzo pada pengasuhnya saja, Kak." Jawab Yura.
Flower pun dengan cepat angkat suara. "Bagaimana kalau aku menggendongnya?" Pinta Flower. Entah mengapa ia sangat menginginkan menggendong bayi mungil Yura itu.
"Tak masalah." Jawab Rey lalu bangkit dari duduknya. Rey menghampiri Flower dan memberikan si kecil Kenzo pada Flower.
Kedua bola mata Flower tanpa sadar berkaca-kaca menatap bayi mungil yang terlihat sangat menggemaskan di matanya itu.
"Kau menyukainya?" Tanya Yura.
Flower mengangguk mengiyakannya. "Aku membayangkan bagaimana bentuk putri kami besok ketika sudah lahir." Jawab Flower. Masih tak mengalihkan tatapan matanya dari Kenzo.
"Putri?" Ulang Yura.
Flower pun mengangguk mengiyakannya.
"Dia pasti cantik seperti dirimu." Ucap Yura.
Flower tersenyum kecut mendengarnya. "Sayangnya wajahnya mirip dengan suamiku. Tapi entahlah jika sudah lahir nanti." Jawab Flower.
Yura tersenyum mengerti apa yang diinginkan Flower saat ini.
"Jika anakku sudah lahir nanti dia pasti sangat senang memiliki Kakak sepupu seperti Kenzo. Sangat tampan dan rupawan." Puji Flower.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗