One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, pria yang tadi menolong Flower pun menceritakan apa yang terjadi hingga membuat Flower hampir terjatuh dan terguling di atas eskalator.


"Apa? Mantan kekasihku mendorong Flower?!" Tanya Malik keras merasa tak percaya.


Pria itu menganggukkan kepalanya. Ia pun menjelaskan jika mereka berempat adalah para pengawal yang ditugaskan Tuan William untuk menjaga Nona Flower dari jarak jauh. Mendengar penjelasan dari para pengawal Dad William tentu saja membuat Malik merasa amat bersalah karena telah lalai menjaga istrinya dan tidak memberikan efek jera pada mantan kekasihnya itu hingga berbuat nekat seperti tadi.


"Emila..." sebelah tangan Malik terkepal erat dengan wajah merah padam. Amarahnya nampak sangat memuncak mengetahui mantan kekasihnya itu berniat mencelakai istrinya bahkan hampir saja membuat istri dan anaknya dalam bahaya.


"Malik..." Flower mendekap erat tubuh Malik menyalurkan rasa takut yang ia rasakan saat ini. Saat Flower sangat begitu takut jika tadi perutnya terbentur dengan tangga eskalator dan membuat bayinya kenapa-napa. "Anak kita... anak kita..." ucap Flower sambil menangis semakin keras.


"Anak kita pasti baik-baiks saja." Ucap Malik menenangkan Flower walau saat ini ia lebih cemas dibandingkan Flower. Ingin sekali Malik mempertanyakan bagaimana Flower bisa bertemu dengan Emila namun niat itu ia urungkan karena saat ini menenangkan Flower adalah hal yang lebih penting menurutnya.


Dua puluh menit berlalu, mobil yang dikendarai pengawal Dad William sudah berada di depan rumah sakit. Malik segera keluar dari dalam mobil lalu menggendong Flower dan berteriak meminta dokter dan perawat cepat datang dan memeriksa kondisi istrinya.

__ADS_1


Melihat kedatangan Malik membuat para perawat pun segera datang menghampiri Malik sambil mendorong sebuah brankar. Perawat pun meminta Malik untuk meletakkan Flower di atas brankar dan segera membawanya ke ruangan pemeriksaan.


"Mohon tunggu di luar saja, Tuan." Ucap Dokter menahan Malik yang hendak masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Malik menghembuskan nafas kasar di udara dan mengangguk mengiyakan perkataan Dokter.


"Semoga kau dan Baby baik-baik saja." Ucap Malik lirih. Malik pun terduduk lemas di atas lantai merutuki kesalahannya yang tadi meninggalkan Flower seorang diri hingga membuat Emila datang dan berbuat jahat pada istrinya.


Tak ingin larut dalam penyesalannya, Malik pun segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan meminta salah satu orang kepercayaannya untuk meminta rekaman CCTV di mall tempat kejadian Flower hampir terjatuh tadi.


"Maaf karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik." Lirih Malik merasa sangat menyesal.


Informasi tentang apa yang terjadi pada Flower saat ini pun tentu langsung saja sampi di telinga William yang sedang bersantai di ruang keluarganya bersama Rania.

__ADS_1


"Apa?!" William terpekik keras mendengar informasi yang didapatkan dari pengawalnya.


Tanpa basa-basi William langsung saja membawa Rania menuju rumah sakit tempat Flower diperiksa saat ini.


"Bagaimana keadaan putri kita saat ini William?" Tanya Rania sambil menangis pada William.


William hanya diam karena kini ia ingin fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit. Sedangkan Rania hanya bisa menangis memikirkan keadaan putrinya saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2