One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Pengawal menyebalkan


__ADS_3

Siapa yang dibilangnya parasit? Liza hanya bisa bertanya dalam hati karena tidak mungkin pertanyaan itu terlontar dari mulutnya.


"Uwa..." Baby yang sudah terjaga dari tidurnya pun menangis di dalam pelukan Malik.


"Anak Mommy sudah bangun?" Tanya Flower sambil mengusap kepala Baby.


Melihat ibunya ada di sebelahnya membuat Baby semakin menangis keras lalu mengulurkan kedua tangannya pada Flower.


Flower pun dengan sigap mengambil alih Baby dan meminta Suroh untuk mengambilkan susu untuk Baby.


"Anak Daddy jangan menangis." Ucap Malik lembut sambil mengusap kepala putrinya. Malik terlihat memberikan kasih sayangnya pada Baby dan juga Flower yang sedang menenangkan Baby hingga membuat Liza semakin merasa tidak memiki kesempatan untuk mendekati Malik.


Selamat satu jam setengah lebih berada di dalam pesawat membuat Liza terus menahan hatinya agar tidak terbakar melihat keromantisan antara Flower dan Malik. Ia benar-benar dibuat tidak menyangka jika pria datar seperti Malik bisa bersikap romantis dan hangat kepada keluarga kecilnya. Pria itu pun tak jarang memberikan senyuman pada istrinya dan menggenggam tangan istrinya.


Kau benar-benar kalah Liza. Ucap Liza dalam hati.

__ADS_1


Untung saja tak berselang lama pesawat pun mendarat dan Liza pun segera keluar dari dalam pesawat pribadi perusahaan Bagaskara hingga tak lagi melihat kemesraan antara Malik dan Flower.


Rasakan itu, memangnya enak! Ucap Flower dalam hati merasa sangat senang karena sudah berhasil membuat Liza menjadi terbakar api cemburu.


Yura yang sepertinya sudah mengetahui apa yang terjadi pun tersenyum menatap pada Flower.


"Selamat datang di kota Pekanbaru." Ucap Malik lembut pada putrinya yang kini sedang berada di dalam gendongannya.


"Wah, cuaca di sini cukup panas seperti di ibu kota." Komentar Flower setelah keluar dari bandara dan merasakan sengatan matahari di kulit putihnya.


Flower menganggukkan kepalanya. Mereka pun terus melangkah hingga akhirnya berhenti di depan mobil yang sudah mereka sewa untuk perjalanan selama berada di Pekanbaru.


Pengawal yang dibawa oleh Rey pun segera memasukkan barang-barang bawaan Rey dan Malik sedangkan Rey dan Malik beserta keluarga kecil mereka langsung masuk ke dalam mobil.


"Sial, kenapa aku jadi terpisah begini dengan Tuan Malik dan Tuan Rey!" Umpat Liza pelan karena ia diminta untuk masuk ke dalam mobil yang tidak sama dengan mobil untuk Malik. Ia pikir saat melihat dua buah mobil tadi ia akan masuk ke dalam mobil yang sama dengan Rey dan Malik ternyata justru sebaliknya. Ia masuk bersama para pengawal dan suster yang dibawa oleh Yura. Sedangkan Suroh diminta masuk ke dalam mobil yang sama dengan Flower.

__ADS_1


"Tahu begini lebih baik aku bekerja di perusahaan saja!" Ucap Liza pelan saat sudah berada di dalam mobil bersama beberapa orang pengawal.


"Apa anda mengatakan sesuatu Nona?" Seorang pengawal berwajah dingin dan datar bertanya pada Liza tanpa menatap pada Liza.


"Tidak!" Jawab Liza ketus sambil menatap pria tampan yang nampak menyebalkan di matanya sejak awal mereka berangkat tadi. Bagaimana tidak menyebalkan, pria itu selalu saja berusaha menjauhinya dengan Malik dan selalu memberikan tatapan datar dan dingin kepadanya.


"Oh, sepertinya saya mendengar suara dari makhluk halus tadi." Ucapnya kemudian masih tanpa menatap pada Liza.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2